Deadline dari Jokowi Habis, Wagub Jatim Apresiasi Risma dalam Menangani Wabah Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 337 2244150 deadline-dari-jokowi-habis-wagub-jatim-apresiasi-risma-dalam-menangani-wabah-covid-19-xxtirW0449.jpg Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Foto: Avirista-Okezone

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak bicara soal habisnya tenggat waktu (deadline) dua minggu yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan laju penularan positif corona (Covid-19).

Instruksi Jokowi dikeluarkan saat ia kunjungan kerja ke Jatim pada 25 Juni 2020 dan kini masanya sudah lewat.

Menurut Emil angka penambahan pasien positif corona di wilayahnya sempat naik turun sebelum kedatangan Presiden, namun beberapa hari sebelum kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Jawa Timur diakui sedang mengintensifkan pengetesan.

"Jadi salah satunya ini kita lihat dengan testing yang lebih masif ini, kita masih berada di kisaran angka yang sama," ujar Emil Dardak kemarin sore.

"Ini saya ngomong angka, tapi saya tidak bisa mengatakan kemudian artinya harusnya kalau dites lebih kencang naik dong (penambahan pasien positif), kalau minimal kita dalam kondisi yang sama penyebarannya. Tapi ini tesnya dikencengin, angkanya di kisaran itu. Nggak banyak berubah. Ini logika matematikanya," imbuhnya.

Meski demikian Emil mengapresiasi langkah–langkah konkret yang telah dilakukan sejumlah kepala daerah di Jawa Timur, termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam menanangi wabah Covid-19.

Baca Juga: Deadline dari Jokowi Habis, Ini Hasil Penanganan Covid-19 di Jatim Menurut Khofifah

"Kalau dari langkah konkret, kita lihat razia di Gresik sudah makin kencang, Bu Wali Kota (Surabaya) juga keliling terus untuk melakukan penanganan di lapangan sampai disuruh push up (warga yang melanggar protokol kesehatan. Lalu juga jam malam diberlakukan. Pak Kapolda, Pak Pangdam memberi ide masukan seperti rekayasa lalu lintas dan ditutup jalan yang kemungkinan terjadi kerumunan," tuturnya.

Sebagai informasi Presiden Jokowi sempat memberikan tenggat waktu kepada Jawa Timur untuk meminalisir angka pertambahan pasien positif corona. Namun dua minggu dari tenggat waktu dari Jokowi tersebut, angka positif corona di Jawa Timur justru ‘meledak’.

Tercatat di data terakhir yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur pada Kamis siang 9 Juli 2020 terdapat 14.941 kasus positif corona di Jawa Timur.

Jika diakumulasikan sejak Presiden Jokowi memberikan instruksi tersebut di Jatim, terjadi penambahan pasien positif corona sebanyak 4.409 selama 13 hari, atau bila di rata–rata maka ada penambahan 399 kasus per harinya di Jawa Timur.

Bahkan data pasien dalam pengawasan (PDP) di Jawa Timur mencapai 11.293 orang dengan 30.516 orang masuk kategori dalam pemantauan.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini