KPK Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Suap Perkara di MA

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 337 2244128 kpk-periksa-4-saksi-terkait-kasus-suap-perkara-di-ma-75nAUHBtr9.JPG Gedung KPK. (Foto : Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 4 saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Keempat saksi itu diperiksa untuk dua tersangka, yaitu Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto dan mantan Sekretaris MA Nurhadi.

KPK akan memeriksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Hengky Soenjoto untuk melengkapi berkas penyidikan atas tersangka Direktur PT MIT, Hiendra Soenjoto.

Selain itu, penyidik KPK memanggil seorang saksi dari kalangan swasta, Tania Clarisa Irawan. Ia juga akan diperiksa untuk tersangka yang sama.

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Secara paralel, lembaga antikorupsi juga memanggil dua saksi lainnya, yaitu seorang sopir bernama Yendra Afrizal dan sekuriti Charli Paris Hutagaol. Mereka akan diperiksa untuk tersangka mantan Sekretaris MA Nurhadi.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi NHD (Nurhadi)," ujar Ali.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu adalah mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.


Baca Juga : KPK Usut Kepemilikan Aset Nurhadi di Kawasan SCBD

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Baca Juga : KPK Selisik Villa yang Diduga Milik Nurhadi Lewat Seorang Security

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini