ABK WNI Tewas di Kapal China, DPR: Tamparan Keras bagi Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243949 abk-wni-tewas-di-kapal-china-dpr-tamparan-keras-bagi-indonesia-UvmxVZLrjg.jpg Anggota Komisi IX DPR RI, Muchammad Nabil Haroen (foto: istimewa)

JAKARTA - Salah satu orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, Hasan Afriadi ditemukan tewas di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 asal China. Naasnya, jasad korban ditemukan tersimpan di bawah kapal tempat penyimpanan ikan, dengan kondisi jasad korban diselimuti.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen mengatakan, pemerintah harus merapikan kebijakan terkait pasokan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)/Anak Buah Kapal (ABK) ke kapal-kapal asing.

"Harus ada pemantauan dan punishment jika agen, dan pemilik kapal melanggar aturan serta membahayakan nyawa. Kasus meninggalnya ABK asal Indonesia di kapal asing sudah sering kita dengar. Ke depan, jangan sampai ada korban lagi. Ini masalah serius yang harus jadi concern pemerintah," tegas Nabil dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

 Baca juga: ABK WNI Tewas Diduga Disiksa di Kapal China, Jasadnya Disimpan di Freezer

Meninggalnya Hasan Afriandi, merupakan tragedi dan tamparan besar bagi Indonesia. Oleh karena itu, sambung itu, pemerintah harus menginvestigasi kasus ini, melalui kementerian dan lembaga terkait agar tuntas penyelesaian hukumnya.

"Baik investigasi terhadap pemilik kapal, pola kerja, sekaligus juga agen di Indonesia yang menyalurkan. Jangan sampai ada perbudakan modern (modern slavery), dengan korban para anak buah kapal dari Indonesia," pungkasnya.

 Baca juga: Polri Usut Proses Keberangkatan ABK WNI di Kapal China 

Perlu diketahui sebelumnya, diduga kerap disiksa di atas kapal ikan berbendera Tiongkok, satu orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia tewas. Jasad korban ditemukan tersimpan di bawah kapal tempat penyimpanan ikan dengan kodisi jasad korban diselimuti .

Tim Gabungan TNI-Polri dari Lantamal IV Tanjung Pinang serta Polda Kepri, berhasil mengamankan dua kapal ikan asing berbendera Tiongkok, yakni Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, dan Kapal Lu Huang Yuan Yu 117 di peraiaran perbatasan Indonesia-Singapura. Kedua kapal China ini diamankan setelah adanya laporan bahwa ABK asal Indonesia tewas setelah dianiaya di kapal ikan asing tersebut .

ABK asal Indonesia yang tewas Hasan Afriadi, warga Lampung. Ia diduga tewas setelah dianiaya di sebuah kapal ikan China Kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Diduga korban dianiaya oleh ABK asing warga Filipina.

Jasad korban ditemukan petugas disimpan di dalam ruangan pendingin atau freezer. Saat ditemukan, jasad korban masih dalam keadan utuh menggunakan pakaian serta ditutupi selimut.

Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, korban tewas akibat disiksa karena ditemukan banyak luka lebam di tubuh korban. Tak hanya itu, para ABK asal Indonesia adalah korban perdagangan manusia, dan dokumen para ABK diduga palsu.

Polisi dari Ditkrimum Polda Kepri masih terus melakukan penyidikan secara maraton terhadap para ABK dari kedua kapal ikan milik China tersebut. Untuk jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhyangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini