Klaster Penyebaran Covid-19, Secapa AD Bandung Diisolasi

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 09 Juli 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243803 klaster-penyebaran-covid-19-secapa-ad-bandung-diisolasi-OMHkX2PdEF.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) di Bandung menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Setelah ditemukan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.262 orang.

“Penambahan yang cukup banyak untuk provinsi Jawa Barat, didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 Juni kemarin berturut-turut yaitu klaster di pusat pendidikan sekolah calon perwira TNI Angkatan Darat,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, Kamis (9/7/2020).

Baca juga:  Update Corona di Indonesia 9 Juli 2020: Positif 70.736, Sembuh 32.651 & Meninggal 3.417 

Yuri menegaskan, bahwa seluruh komplek pendidikan Secapa AD di Bandung telah diisolasi.

“Kita lakukan isolasi, kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang baik masuk ke dalam kompleks atau pun keluar dari komplek,” tuturnya.

 Baca juga: Kasus Positif Corona Pecah Rekor, Jabar Jadi Penyumbang Terbanyak dengan 962 

“Pengawasan ini, dilakukan secara ketat oleh unsur kesehatan dari Kodam III Siliwangi yang memantau terus menerus sepanjang hari. Sampai dengan hari ini kami mendapatkan laporan seluruh peserta yang dipantau yang melaksanakan isolasi dalam keadaan baik,” jelas Yuri.

Yuri pun memastikan bahwa tidak akan terjadi penularan keluar Komplek Secapa. “Karena kita menjaga dengan ketat, agar betul-betul pelaksanaan karantina kewilayahan bisa dijalankan secara maksimal. Tentunya dengan monitoring yang ketat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung dan dari kesehatan Kodam III Siliwangi,” sambungnya.

Ia pun meminta masyarakat tidak panik dengan penemuan cluster baru di Jawa Barat ini.

“Oleh karena itu kami mohon masyarakat untuk menang tidak perlu panik karena ini sudah ditangani secara profesional, sesuai dengan standar Internasional. Kita melakukan karantina wilayah dan kemudian kita menjamin sepenuhnya bahwa evaluasi terhadap peserta karantina dijalankan dengan maksimal,” tegas Yuri.

Yuri juga meminta keluarga para peserta didik yang berasal dari seluruh Indonesia memahami dan memaklumi. Keluarga, kata Yuri masih tetap bisa melaksanakan kontak komunikasi menggunakan telepon atau sarana media yang lain dengan keluarga yang saat ini sedang kita karantina.

“Oleh karena itu saudara-saudara sekalian tidak perlu ada kepanikan kita menangani secara proper kita menangani secara profesional dan kita tangani sesuai dengan kriteria,” tegasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini