Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR, Ini Respons Rieke Diah Pitaloka

Abdul Rochim, Koran SI · Kamis 09 Juli 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243752 dicopot-dari-pimpinan-baleg-dpr-ini-respons-rieke-diah-pitaloka-5okLy5QTAH.jpg Rieke Diah Pitaloka. (dpr.go.id)

JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka akhirnya buka suara terkait pencopotan dirinya dari kursi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR. Setelah sempat bungkam dalam beberapa hari, Rieke akhirnya buka suara.

Rieke mengatakan, rotasi dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) adalah hal biasa terjadi di politik. “Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota Alat Kelengkapan Dewan adalah hal biasa,” ucapnya kepada Sindonews, Kamis (9/7/2020).

Rieke menyebutkan, dengan pencopotan dirinya dari kursi Wakil Ketua Baleg, tugasnya di Baleg sudah otomatis berakhir. Saat ini dirinya fokus di Komisi VI.

“Tugas saya dari partai dan fraksi di Baleg sudah selesai karena ada penugasan lain yang juga tidak kalah pentingnya,” ujarnya.

Sayangnya, Rieke enggan menjelaskan lebih detail apa tugas lain yang dimaksud. ”Sabar. Ntar enggak seru,” katanya.

Namun, Rieke menegaskan, nanti pada saatnya tugas baru tersebut juga akan diketahui publik. “Pokoknya tugas yang penting dan perlu konsentrasi penuh. Cukup berat, mohon doanya dari seluruh rakyat Indonesia. Bismillah,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi PDIP DPR Bambang Wuryanto mengatakan, setelah tidak lagi menduduki kursi Wakil Ketua Baleg, Rieke sementara akan bertugas penuh di Komisi VI yang membidangi Industri, Perdagangan, BUMN, Koperasi dan UMKM. Selama ini, selain bertugas di pimpinan Baleg, Komisi VI juga menjadi tugasnya.


Baca Juga : PDIP: Jangan Ada Pikiran Rieke Diah Pitaloka Dihukum!

“Komisi VI butuh fokus, kenapa? Karena Menteri BUMN (Erick Thohir) melaksanakan pembaruan dengan melaksanakan mengklaster BUMN,” ujar Bambang Wuryanto kepada wartawan di ruang Fraksi PDIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan, dari 142 BUMN, sekarang ini tinggal 107, dan ini akan diturunkan terus sampai ke angka 80-90 BUMN. Selanjutnya akan turun menjadi 70. Klaster BUMN juga diturunkan dari 27 menjadi 12 klaster. Masing-masing Wakil Menteri memegang 6 klaster. “Nah, Mbak Rieke yang fokus-fokus begini, begini bos,” kata Bambang Pacul sambil mengacungkan jempolnya.

Baca Juga : PDIP Benarkan Rieke Diah Pitaloka Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini