Kemenkumham Persilakan Maria Lumowa Koordinasi dengan Kedubes Belanda

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243715 kemenkumham-berikan-maria-lumowa-akses-pendampingan-hukum-MvqZNElumZ.jpg Foto Istimewa

TANGERANG - Tersangka pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa akhirnya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun lebih menjadi buronan. Maria mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Maria sendiri ditangkap di Serbia lewat red notice interpol pada 17 Juli 2019.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengungkapkan, bahwa penanfkapan ekstradisi Maria sendiri membutuhkan proses yang cukup panjang karena Maria sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, Pemerintah Indonesia tetap akan memberikan akses pendampingan hukum kepada Maria yang telah menunjuk kuasa hukum dari Kedutaan Besar Belanda.

"Tentunya kami beri akses perlindungan warga negara asing sesuai dengan konferensi Wina. Tersangka juga akan berkoordinasi dengan Kedubes Belanda untuk menunjuk kuasa hukum," jelas Yasonna di ruang VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

 Baca juga: Diekstradisi dari Serbia, Maria Lumowa Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Yasonna juga menjelang bahwa hal tersebut merupakan hak yang wajib diberikan kepada warna negara asing yang tersandung kasus hukum di luar negaranya. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia akan berusaha mematuhi standar hukum yang berlaku dengan memberikan hak pendampingan hukum kepada tersangka.

 Maria Lumowa

"Sebagai negara hukum tentunya kami akan mematuhi standar hukum yang berlaku. Beliau berhak didampingi oleh pengacara, dan tentunya negara dimana mereka akan melakukan perlindungan bagi warga negara mereka," tutur Yasonna.

 Baca juga: Maria Pauline Diekstradisi, MPR: Kejar Buronan Lainnya!

Maria Pauline mendarat di Indonesia disertai dengan pengawasan ketat dari kepolisian. Bahkan, selama di dalam pesawat Maria juga diborgol untuk alasan keselamatan penerbangan. Tak hanya itu, Maria juga didampingi oleh Bareskrim Polri dan dijaga selama penerbangan menuju Indonesia

"Tersangka dibawa ke pesawat dalam keadaan tangan diborgol dan di dalam pesawat tetap diborgol dengan alasan keselamatan penerbangan. Dia juga didampingi polri selama perjalanan. Hari ini kita berhasil membawanya ke Indonesia," pungkas Yasonna.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini