Penularan Virus Corona Rentan Terjadi di Permukiman Padat Penduduk

Ferdi Rantung, Sindonews · Kamis 09 Juli 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243670 penularan-virus-corona-rentan-terjadi-di-permukiman-padat-penduduk-8fPSWRxNZM.jpg Masyarakat menggunakan masker untuk mencegah penularan virus corona. (Foto : Ilustrasi/Okezone.com/Arief Julianto)

JAKARTA – Direktur Perkotaan, Perumahan, Permukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengatakan, permukiman padat penduduk rentan menjadi pusat penyebaran virus corona (Covid-19). Itu karena permukiman padat belum mempunyai infrastruktur dasar yang memadai.

"Potensi penularan Covid-19 di kawasan padat penduduk atau bahkan kumuh itu, memang relatif lebih besar," ujar Tri dalam diskusi secara virtual, Kamis (9/7/2020).

Data BPS menunjukkan, hampir 40 persen penduduk di perkotaan masih tinggal di permukiman-permukiman yang tidak layak. Baik itu dilihat dari kualitas bangunan, ketersediaan luas bangunan, maupun akses terhadap infrastruktur dasar lainnya.

"Apalagi sebenarnya untuk Covid-19 itu sumber pusat penyebarannya seringkali datang dari daerah-daerah, yang memang kondisi drainase atau bahkan lingkungannya kurang baik," katanya.

Ia menambahkan, sebelum adanya pandemi Covid-19, masalah kesehatan sering terjadi di permukiman padat penduduk. Masalah kesehatan yang kerap dirasakan masyarakat padat penduduk, misalnya demam berdarah, diare, atau bahkan tuberculosis (TBC).


Baca Juga : Menko PMK: Sholat Idul Adha Diperbolehkan dengan Pengecualian

“Kita bisa memanfaatkan kondisi yang tidak baik ini, bukan memanfaatkan bencana, tapi menjadi momentum untuk mendorong kesadaran masyarakat perkotaan," tuturnya.

Baca Juga : Update Corona 9 Juli : 1.025 Orang Dirawat di RSD Wisma Atlet

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini