Masa Tahanan Maria Lumowa di Serbia Habis 17 Juli, Pemerintah Nyaris Kecolongan

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243591 masa-tahanannya-di-serbia-habis-17-juli-pemerintah-nyaris-kelepasan-maria-lumowa-JNZ8fCbYPF.jpg Maria Pauline Lumowa. (iNews)

JAKARTA - Maria Pauline Lumowa ditangkap Interpol Serbia pada 16 Juli 2019. Setelah ditangkap, Pemerintah RI hampir kecolongan terhadap buron kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp1,2 triliun, dengan kurs saat itu (2013).  

Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan, pemerintah hampir kembali kelepasan Maria setelah masa penahanannya di Serbia akan berakhir pada 17 Juli mendatang.

"Bayangkan kalau lewat kira seminggu dari sekarang kira-kira seminggu dari sekarang akan lolos lagi karena tanggal 17 yang akan datang masa penahanan di Serbia habis dan harus dilepas. Kalau tidak segera terjadi kesepakatan penyerahan ini," kata Mahfud MD saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Karena itu, mewakili pemerintah Indonesia, Mahfud MD mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Serbia.

Sebagaimana diketahui, setelah Maria ditangkap di Serbia, pemerintah Indonesia melakukan lobi untuk melakukan ekstradisi.


Baca Juga : Kronologi Singkat Ekstradisi Maria Pauline Lumowa, Yasonna Sempat Lapor Jokowi

Setelah melalui proses yang panjang, Maria akhirnya diserahkan dari Pemerintah Serbia ke Indonesia, kemarin.

Sebagai catatan, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Baca Juga : Buron Pembobol BNI Dipantau Setahun, Bekerja Diam-diam dan Ekstra Hati-hati

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini