Tiba di Bandara Soetta, Maria Pauline Lumowa Tes Covid-19

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243555 rombongan-maria-pauline-lumowa-tiba-di-bandara-soetta-yassona-masuk-ruang-vip-JXXrDdXUhZ.jpg Menkumham Yassona Laoly. Foto: Isty-Okezone

JAKARTA - Rombongan Maria Pauline Lumowa yang merupakan buron kasus pembobolan kas bang BNI tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Kamis (9/7/2020) sekira pukl 10.40 WIB.

Pantuan di lapangan terlihat di lokasi petugas bandara memeriksa dokumen syarat penerbangan termasuk petugas medis melakukan tes Covid-19.

Sementara Menteria Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly, usai tes Covid-19 langsung masuk ruang tunggu VIP untuk kemudian akan menggelar konferensi pers.

Konferensi pers sendiri rencananya akan digelar pukul 10.00 WIB namun dipastikan molor karena hingga sekarang belu mulai.

Maria Pauline Lumowa merupakan Bos PT Gramarindo Mega Indonesia yang lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958. Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Namun, ia melarikan diri ke luar Indonesia pada 17 tahun yang lalu.

Maria Pauline Lumowa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan aparat penegak hukum Indonesia. Maria Lumowa dikabarkan terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Baca Juga: Diekstradisi dari Serbia, Buron Maria Lumowa Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Maria Lumowa disebut-sebut sering bolak-balik Singapura-Belanda. Ia juga dikabarkan pernah tercatat menjadi warga negara Belanda. Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014. Sebab, Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda juatru memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. Maria Lumowa ditangkap berdasarkan surat red notice Interpol.

"Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," kata Yasonna melalui keterangan resminya, Kamis (9/7/2020)

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini