Pelarian Buron 17 Tahun Maria Lumowa: Singapura, Belanda, hingga Tertangkap di Serbia

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243492 pelarian-buron-17-tahun-maria-lumowa-singapura-belanda-hingga-tertangkap-di-serbia-x81FuLMTwf.jpg Buron 17 tahun Maria Lumowa diekstradisi. (Foto : Kemenkumham)

JAKARTA – Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia ke Indonesia. Pelarian Maria Lumowa selama buron 17 tahun pun berakhir.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pembobol Bank BNI melalui L/C fiktif yang terjadi pada 2003 dan mengakibatkan kerugian negara Rp1,2 triliun.

Ia diekstradisi dari Serbia, setelah ditangkap oleh NCB Interpol Serbia pada 16 Juli 2019, di Bandara Internasional Nikola Tesla, Beograd, Serbia.

"Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003," kata Menkumham Yasonna Laoly, yang memimpin delegasi saat proses ekstradsi, melalui keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

Sebelum ditangkap di Serbia, Maria Lumowa melarikan diri ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Pada 2009, ia diketahui berada di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang malah memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Hingga akhirnya, pelariannya berakhir di Serbia.

"Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," ucap Yasonna.

Ia menjelaskan, setelah mengirimkan surat permintaan ekstradisi yang disusul dengan surat permintaan percepatan proses ekstradisi ditambah pendekatan “high level” yang dilakukan Duta Besar RI untuk Republik Serbia dan Montenegro M Chandra Widya Yudha, Pemerintah Serbia mengabulkan permintaan Indonesia melalui Keputusan Menteri Kehakiman Serbia Nomor 713-01-02436/ 2019-08 tertanggal 6 April 2020.

Baca Juga : Aksi Maria Lumowa Bobol Bank Rp1,7 Triliun Diduga Dibantu 'Orang Dalam'

"Setelah kembali ke Indonesia, Maria Pauline Lumowa akan menghadapi proses hukum atas dugaan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup," tutur Yasonna.

Baca Juga : Pendekatan High Level di Balik Ekstradisi Buron 17 Tahun Maria Lumowa

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini