Share

Pendekatan High Level di Balik Ekstradisi Buron 17 Tahun Maria Lumowa

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243480 pendekatan-high-level-di-balik-ekstradisi-buron-17-tahun-maria-lumowa-548gJsMB6C.jpg Buron 17 tahun Maria Lumowa diekstradisi. (Foto : Kemenkumham)

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

 Baca Juga : Buron 17 Tahun hingga Diekstradisi dari Serbia, Siapa Maria Lumowa?

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang malah memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

 Baca Juga : Buron 17 Tahun, Maria Lumowa Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Pagi Ini

Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini