Lonjakan Kasus Corona Tembus 1.853, Gugus Tugas : Mayoritas Alami Gejala Ringan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 337 2243457 lonjakan-kasus-corona-tembus-1-853-gugus-tugas-mayoritas-alami-gejala-ringan-lf0cLr2Y65.jpg Achmad Yurianto

JAKARTA - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan, Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi lonjakan Covid-19 dengan menembus angka 1.853, pada Rabu, 8 Juli 2020.

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, mayoritas orang yang tertular virus corona dalam beberapa waktu belakangan ini, hanya mengalami gejala ringan. Sehingga, mereka tidak perlu diisolasi di rumah sakit.

"Penambahan kasus yang cukup banyak 1.853 ini tidak serta merta meningkatkan secara signifikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena sebagian besar kasus yang kita dapatkan ini adalah orang-orang yang dengan gejala minimal atau gejala yang sangat sedikit, sehingga tidak merasakan sakit, tidak ada indikasi untuk diisolasi di rumah sakit," beber Yurianto saat konpers yang ditayangkan oleh akun Youtube BNPB, Rabu, 8 Juli 2020.

Untuk mengurangi lonjakan pasien Covid-19 di rumah sakit, pemerintah meminta agar mereka yang tertular virus corona dengan gejalan ringan, melakukan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing. Namun, ditekankan Yurianto, isolasi mandiri dirumah harus sesuai dengan prosedur.

"Kita meminta mereka melaksanakan isolasi secara mandiri dengan mematuhi secara ketat tentang pedoman pelaksanaan isolasi mandiri di rumah agar tidak menjadi sumber penularan baru di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.

Baca Juga : Buron 17 Tahun hingga Diekstradisi dari Serbia, Siapa Maria Lumowa?

Baca Juga : Pemprov Jabar Bagikan 1,3 Juta Paket Bansos Covid-19

Yurianto menilai lonjakan kasus signifikan beberapa waktu belakangan ini ditenggarai banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Apalagi, banyak masyarakat yang mudah tertular virus corona ketika daya tahan tubuhnya sedang lemah.

"Ini menjadi hal yang penting karena di dalam kaitan dengan aktivitas produktif yang dilakukan saat ini persyaratan untuk aman, persyaratan untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi mutlak untuk dilaksanakan," ungkapnya.

"Ini yang kita harapkan bahwa ini menjadi kesadaran kita bersama agar penambahan kasus baru bisa terkendali," sambungnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini