Ini Pesan Panglima dan Kapolri di Pembekalan Capaja TNI-Polri

Tim Okezone, Okezone · Rabu 08 Juli 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 337 2243033 ini-pesan-panglima-dan-kapolri-di-pembekalan-capaja-tni-polri-PMF3yGeSPy.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: dok.TNI

JAKARTA - TNI-Polri adalah dua institusi besar aset strategis bangsa dan negara Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan pembekalan kepada 750 Calon Perwira Remaja (Capaja) Taruna-Taruni TNI dan Polri Tahun 2020 di Gedung Bhinneka Eka Bhakti, Mako Akademi TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (08/07/2020).

Selain Panglima TNI hadir dalam acara tersebut Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Panglima menjelaskan berbagai peristiwa besar yang terjadi di Indonesia dapat diselesaikan dengan baik, hal tersebut tidak lepas dari kerja sama dan kerja keras TNI-Polri.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, penanganan bencana alam di berbagai daerah, maupun berbagai even nasional dan internasional, yang diamankan menunjukkan betapa persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan melalui sinergi TNI-Polri dan komponen bangsa lainnya, adalah kunci keberhasilan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut panglima TNI juga menyampaikan, saat ini dampak ancaman biologis virus corona (Covid-19) telah mengguncang dunia, walaupun korbannya masih jauh di bawah angka kematian akibat Flu Spanyol pada 1918.

Bahkan negara-negara maju dengan sistem kesehatan yang sangat modern turut kewalahan. Amerika Serikat sebagai negara adidaya memiliki angka terkonfirmasi dan meninggal dunia yang sangat tinggi.

Menghadapai pandemi Covid-19 tersebut, TNI-Polri kembali bahu membahu memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran corona. Sebagai bagian dari Gugus Tugas di daerah, prajurit TNI dan anggota Polri berupaya membangun disiplin protokol kesehatan dan upaya ini tidak mudah mengingat kompleksitas permasalahan yang ada.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingatkan Calon Perwira TNI-Polri Jaga Ideologi Negara dan Soliditas 

Kesenjangan pemahaman tersebut merupakan bagian dari ancaman kesenjangan yang telah disampaikan sejak awal 2018, bersama dengan ancaman biologi dan ancaman siber. Ketiga ancaman tersebut semakin mengemuka dengan meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa paradoks.

Kesenjangan di tengah masyarakat tersebut menyentuh hati prajurit TNI dan anggota Polri di berbagai daerah. Ada yang menyumbangkan tunjangan Babinsanya, THR dari Komandannya, dan bahkan gajinya sendiri untuk membantu kesulitan rakyat. Kepekaan semacam inilah yang harus kalian miliki. Kepekaan untuk ikut mengatasi kesulitan rakyat di manapun kalian bertugas.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, pada 14 Juli 2020 Presiden Republik Indonesia akan melantik Perwira Pertama TNI dan Polri. Prasetya Perwira atau Pelantikan Perwira menjadi batu pijakan untuk memasuki spektrum penugasan di tengah masyarakat.

Baca Juga : Jokowi Ingin Calon Perwira Polri Antisipasi Kejahatan Siber Lintas Negara 

Setelah dilantik, para taruna dan taruni akan berubah status menjadi Perwira TNI-Polri dengan kewajiban dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada negara.

Sebagai perwira, tentunya diperlukan kemampuan-kemampuan sesuai tuntutan tugas dan spesialisasi di satuan. Perwira adalah pemimpin, artinya akan selalu dihadapkan pada situasi genting dan harus mampu mengambil keputusan terbaik dalam kondisi apa pun.

Sebelum mengakhiri pembekalanya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan kepada Capaja TNI-Polri, di antaranya jaga soliditas dan sinergitas bersama komponen bangsa lainnya sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi segala ancaman dan tantangan.

Kembangkan potensi diri dan segera beradaptasi dengan lingkungan tugas. Tunjukan prestasi sebagai perwira muda yang tangguh menjadi andalan di kesatuan masing-masing, memiliki loyalitas tegak lurus dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara, pegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta Tri Brata dan Catur Prasetya.

Di samping itu Kapolri menyampaikan, “Di dalam meniti karir, tidak ada yang instan, semuanya harus melalui proses. Dalam proses tersebut dibutuhkan beberapa langkah, di antaranya kita harus bertanggung jawab kepada diri sendiri, kepada institusi tempat kita mengabdi, dan kepada Tuhan YME”.

“Kedua, diperlukan disiplin dan kerja keras. Ketiga harus memiliki komitmen dan integritas. Keempat, di dalam pembinaan karir ke depan semua punya kesempatan dan kemungkinan yang sama untuk menduduki tampuk pimpinan, saya yakin tahun 2050, ada di antara calon perwira remaja di depan saya sekarang yang akan menjadi Panglima TNI atau Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” tambah Kapolri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini