Kasus Asuransi Jiwasraya, Hotman Paris: Transaksi Manajer Investasi Sah!

Rani Hardjanti, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 337 2242807 kasus-asuransi-jiwasraya-hotman-paris-transaksi-manajer-investasi-sah-X1w8nhzTG1.jpg Hotman Paris Hutapea (Okezone)

JAKARTA - Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus bergulir. Sebanyak 13 manajer investasi saat ini dalam proses pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dalam menangangi kasus tersebut, Pengacara Hotman Paris Hutapea ditunjuk sebagai kuasa hukum dari 3 manajer investasi reksa dana Jiwasraya, yaitu PT MNC Asset Manajemen, PT Maybank Asset Management, dan PT Sinarmas Asset Management.

Menurut Hotman, transaksi yang dilakukan manajer investasi adalah sah. Sebab, reksa dana dalam transaksi tersebut adalah produk single investor dan bukan kolektif.

Dia menjelaskan, meski menggunakan produk single investor namun produk reksa dana di mana Jiwasraya menjadi investornya adalah transaksi yang sah. Sebab, sudah ada 689 produk single investor tercatat secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara reksa dana transaksi Jiwasraya hanya sekira 10 reksa dana.

"Ïni bukan reksadana kolektif. Artinya ibarat Anda punya deposito di bank, ya tergantung yang kasih instruksi dong uang ini mau dikemanakan? Sama halnya dengan (transkasi) ini. Karena single investornya adalah Jiwasraya maka instruksi ke mana pun, ya dia yang menentukan," ujar Hotman.

Hotman juga menegaskan, berdasarkan peraturan OJK PUJK Nomor 43 tahun 2015 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi, pada pasal 7 disebutkan manajer investasi wajib mengutamakan kepentingan Nasabah. "Jadi secara hukum aturannya semua dipenuhi," tegas Hotman.

Ada Keuntungan Negara

Selain itu, Hotman juga menegaskan, dalam transaksi reksa dana yang melibatkan 13 manajer investasi Asuransi Jiwasraya, terdapat keuntungan negara.

Hotman juga menjelaskan jumlah uang yang beredar di produk reksa dana single investor mencapai Rp190 triliun. Setiap transaksi produk single investor tersebut dikenakan pungutan 0,045 persen. Bila dihitung, untuk seluruh transaksi reksadana single investor senilai Rp190 triliun dikalikan 0,045 persen maka negara diuntungkan Rp85 miliar per tahun yang diteruskan melalui OJK.

"Kalau negara untung, melanggar hukumnya di mana?” jelasnya.

Hotman melanjutkan sebetulnya peraturan OJK mengizinkan adanya single investor reksa dana. Dalam transaksi reksa dana Jiwasraya, portofolio saham yang dibeli berupa reksa dana. Tetapi perdagangan saham tersebut juga dilakukan melalui PT Bursa Efek Indonesia, yang dilakukan secara transparan.

“Berarti ini adalah kalau ditanya sah atau tidak, ya sah. Ada komisi 0,045 persen, artinya negara juga diuntungkan oleh transaksi Jiwasraya itu,” tegas Hotman.

Posisi Manajer Investasi

Sebanyak 13 manajer investasi tersebut membeli saham dengan harga wajar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga transaksi berjalan dengan resmi. Para manajer investasi juga rutin diperiksa OJK dan tidak ada pelanggaran.

Terkait dengan status manajer investasi, secara badan hukum di posisi sebagai tersangka korporasi. Tetapi bukan secara individu.

"Artinya yang menjadi tersangka adalah korporasinya, bukan individunya," tegas Hotman.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini