Ini Analisis BMKG soal Gempa Banten yang Kagetkan Warga Jakarta

Arief Setyadi , Okezone · Selasa 07 Juli 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 337 2242492 ini-analisis-bmkg-soal-gempa-banten-yang-kagetkan-warga-jakarta-waLBNaZQPZ.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang Rangkasbitung, Banten mengagetkan masyarakat. Sebab, getarannya terasa hingga Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menjelaskan, pada pukul 11.44 WIB wilayah Lebak diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG setelah dimutakhirkan menunjukkan gempa ini memiliki parameter Magnitudo M5,1.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,70 LS dan 106,15 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 km arah Barat Daya Rangkasbitung, Banten pada kedalaman 87 km," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: BMKG Pastikan Gempa M5,4 di Banten Tak Berpotensi Tsunami 

Ditambahkan Rahmat, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault ).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya.

Getaran gempa tersebut dirasakan di daerah Lebak III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, Sukabumi III MMI, Jakarta, Depok, Bandung II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan getaran seakan akan truk berlalu)

Kemudian, di Tangerang Selatan, Bakauheni II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Baca Juga: Gempa Terasa Kecil di Serang tapi Bikin Kaget di Jakarta 

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini