Arab Saudi Berikan 70% Kuota Khusus Haji untuk Ekspatriat

Kiswondari, Sindonews · Selasa 07 Juli 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 337 2242460 kemenag-berikan-70-kuota-khusus-haji-untuk-ekspatriat-O5k9hDGfOD.jpg Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan haji 1441H/2020M tetap digelar dengan jamaah yang sangat terbatas. Jamaah haji tahun ini hanya untuk penduduk Saudi dan warga asing yang tinggal di Saudi (ekspatriat).

Pemerintah Arab Saudi sepakat untuk memberikan 70% kuota haji khusus untuk Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Arab Saudi kepada ekspatriat. Hitungannya 30% untuk penduduk Saudi dan 70% untuk ekspatriat yang tinggal di sana.

Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk RI Essam bin Abed Al-thaqafi ke kantor Kemenag beberapa waktu lalu. Kemudian, dipaparkan kembali olehh Menteri Agama (Menag) dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Arab Saudi terkait dengan implikasi dari pembatalan ini. Beberapa hari lalu Dubes Arab Saudi Essam bin Abed Al-thaqafi telah berkenan bersilaturahmi ke Kementerian Agama. Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap keputusan Saudi membatasi jamaah haji tahun ini,” kata Menag Fachrul Razi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

“Alasan yang digunakan untuk mengambil keputusan itu sama dengan kebijakan pemerintah Indonesia dan juga Komisi VIII DPR RI, yakni mengutamakan keselamatan jiwa manusia dalam situasi pandemi,” tambahnya.

Baca Juga: Menag: 1.030 Calon Jamaah Ajukan Penarikan Dana Haji 

Kemudian, Fachrul menanyakan soal kuota khusus untuk Kedubes RI di Arab Saudi. Hingga sepakat bahwa 70% dari kuota itu akan diberikan kepada ekspatriat. Dan soal mekanismenya masih akan dirumuskan lebih lanjut.

“Kami sepakat 70 persen dari 10.000 (kuota sebelumnya) itu akan kami berikan kepada ekspatriat, dan bagaimana mekanismenya sedang kami rumuskan, pada saat itu beliau sampaikan demikian. Tapi saat ini saya dengar bahwa berdasarkan pengajuan, nanti setelah pengajuan baru mereka akan putuskan tentang mekanismenya, atau kuotanya, atau apa pun namanya itu,” ujarnya.

Dilansir dari situs Kemenag, Konsul Haji KHRI Jeddah Endang Jumali mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi juga sudah mengumumkan besaran kuota jemaah haji tahun ini, 30% untuk penduduk Saudi dan 70% untuk ekspatriat yang tinggal di sana. 

“Sudah ada update informasi. Kuota haji tahun ini sebanyak 30% untuk penduduk Saudi dan 70% lainnya untuk warga asing atau ekspatriat yang saat ini tinggal di Saudi,” terang Endang.

Saudi juga menerbitkan ketentuan tentang kriteria pemilihan calon jamaah haji. Bagi ekspatriat yang tinggal di Saudi, termasuk yang berasal dari Indonesia, prioritas diberikan kepada mereka yang tidak mengidap atau menderita penyakit menahun (penyakit lama), memiliki sertifikat PCR yang menyatakan negatif Covid-19, serta belum pernah beribadah haji dengan rentang usia 20 Tahun – 50 tahun.

“Jamaah juga harus berkomitmen menaati masa karantina yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan sebelum melaksanakan manasik,” jelas Endang.

“Bagi ekspatriat yang telah memenuhi standar yang disebutkan tadi, dapat mendaftar melalui aplikasi Kementerian Haji dan Umrah, yaitu localhaj.haj.gov.sa,” imbuhnya. 

Ditambahkan Endang, proses pendaftaran dibuka lima hari, 6 – 10 Juli 2020. Penentuan pemilihan calon jamaah haji akan dilakukan secara elektronik. Calon jamaah yang sudah terdaftar dan sesuai ketentuan persyaratan, akan diminta melakukan penyelesaian dokumen dalam waktu yang ditentukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini