Hasil Investigasi Mabes Polri Terkait Salah Tembak Satgas Tinombala

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 06 Juli 2020 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 337 2242142 hasil-investigasi-mabes-polri-terkait-salah-tembak-satgas-tinombala-U3rvjPKfBw.jpg Karopenmas Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Mabes Polri memberikan penjelasan perihal kasus salah tembak yang dilakukan oleh Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Selatan pada 2 Juni 2020.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan, kasus tersebut telah ditangani oleh Mabes Polri untuk dilakukan investigasi terhadap 12 anggota yang ditugaskan sehingga menyebabkan kejadian salah tembak tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan ada sejumlah fakta yang ditemukan, pertama Satgas Tinombala dibentuk dalam rangka memburu target operasi yaitu Kelompok Ali Kalora yang sampai saat ini masih ada 14 orang DPO di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

"Kedua perlu diketahui bahwa TKP penembakan yakni KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso merupakan zona merah yang sering muncul gangguan seperti kontak senjata," kata Awi di Mabes Polri, Senin (6/7/2020).

Karena itu, kata Awi, untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah tersebut dibentuklah Pos Sekat yang berfungsi sebagai kontrol yaitu bagi setiap warga yang hendak keluar atau masuk wilayah KM 09 harus melapor kepada petugas terlebih dahulu.

Kemudian ketiga, Awi mengatakan kejadian penembakan tersebut terjadi pada sore hari Pada 2 Juni 2020 pukul 15.15 WITA. Saat itu kondisi sedang hujan sehingga tidak ada masyarakat yang turun atau pun pulang.

"Kemudian pada saat kejadian kedua korban yang memasuki area KM 09 tidak melapor ke petugas Pos Sekat terlebih dahulu. Sehingga sebagaimana aturannya, tim yang bertugas patut mewaspadai dan segera melakukan ambush (penyergapan / penghadangan) terhadap kedua orang tidak dikenal," jelasnya.

Baca Juga : Penularan Covid-19 Tinggi, Surabaya Kembali Berlakukan Jam Malam

Baca Juga : TKI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Setelah Bayar Diyat Rp15,5 Miliar

Fakta keempat tambah Awi, petugas sudah bertindak sesuai dengan SOP dalam penugasan yaitu melakukan upaya awal memberi peringatan dengan berteriak jangan bergerak dan jangan melarikan diri. Namun peringatan awal tersebut tidak dihiraukan sehingga petugas memberikan tembakan peringatan.

Kedua orang tersebut masih berupaya melarikan diri kemudian petugas melakukan penembakan mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

"Mengetahui yang ditembak jatuh, maka anggota Brimob menghampiri dan mengecek orang tersebut, ternyata mereka ada yang tahu bahwa korban berasal dari KM.09 yaitu Desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara, selanjutnya terhadap korban dilakukan evakuasi ke desa," tuturnya.

Fakta kelima, setelah dua hari pasca kejadian yaitu tanggal 4 Juni 2020, tidak jauh dari TKP kedua warga desa yang meninggal, terjadi kontak senjata antara Satgas Tinombala dengan Kelompok Ali Kalora yang menyebabkan Danton Brimob Ipda MA mengalami luka tembak di bahu bagian kanan.

"Keenam, Karo Provost Divpropam Polri telah mendatangi rumah keluarga korban yang selama ini juga menjadi homebase anggota Brimob/Satgas Tinombala sebelum menuju ke KM 09.

Pihak keluarga membuat pernyataan serta berharap bahwa apabila saat proses pemeriksaan petugas terbukti melakukan pelanggaran dalam bertugas, agar diberikan hukuman saja dan tidak dipecat atau dikeluarkan sebagai anggota Polri.

"Kesimpulan dengan yang disampaikan di atas, sampai dengan saat ini anggota tim sebanyak 12 orang Satgas Tinombala sudah ditarik dari daerah operasi ke Jakarta, saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Biro Provost Divpropam Polri dan terkait dengan proyektil peluru saat ini sedang diperiksa oleh Puslabfor Bareskrim Polri," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini