Presiden Jokowi Ingin Pandemi Corona Dijadikan Momentum Reformasi

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 06 Juli 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 337 2241852 presiden-jokowi-ingin-pandemi-corona-dijadikan-momentum-reformasi-0Ptj5syfLI.jpg Mensesneg, Pratikno (foto: ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin reformasi hal-hal mendasar dilakukan di tengah pandemi corona. Oleh sebab itu, ia mendorong jajarannya di Kabinet Indonesia Maju untuk bekerja lebih keras lagi.

"Beliau juga sangat menyadari pandemi ini jangan semata harus kita segera selesaikan masalahnya, tapi juga sebagai momentum fundamental reform," ucap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Pratikno berujar, Presiden Jokowi tak ingin menyiakan pandemi corona ini. Seharusnya, lanjut dia, wabah ini menjadi momentum untuk berubah ke arah yang lebih baik.

"Oleh karena itu bapak Presiden terus-menerus mendorong semua institusi, termasuk kabinet untuk bekerja keras," tambah dia.

 Presiden Jokowi

Pratikno menuturkan, alasan Presiden Jokowi menyampaikan teguran keras pada sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu ditujukan agar jajaran dapat memacu lebih kencang lagi performa kerjanya.

"Itulah mengapa beliau menyampaikan teguran yang keras kepada kita semuanya, kepada kami agar mempercepat kinerjanya. Terutama sekali antara lain adalah permasalahan ekonomi di masyarakat harus segera diselesaikan, bantuan sosial harus segera sampai kepada masyarakat di seluruh pelosok," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 lalu, Presiden Jokowi menyampaikan arahannya secara tegas kepada jajaran menterinya.

Jokowi menegaskan bakal mengambil langkah luar biasa atau extra ordinary guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah pandemi corona. Bahkan, ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.

 

Jokowi ingin para pembantunya bekerja lebih keras di tengah wabah. Ia juga membuka opsi untuk membubarkan lembaga negara atau reshuffle kabinet demi mempercepat kinerja pemerintahan.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan," tegas Jokowi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini