Data IKAPPI: 833 Pedagang Pasar Positif Corona, 35 Meninggal

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 05 Juli 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 337 2241469 data-ikappi-833-pedagang-pasar-positif-corona-35-meninggal-ilZXg1nrAx.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) merilis data kasus Covid-19, Minggu (5/7/2020). Tercatat ada 65 kasus positif corona dan 3 pedagang dilaporkan meninggal dunia akibat covid-19.

"Dengan begitu kasus positif pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 dan 35 pedagang meninggal dunia," Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib melalui keterangan persnya kepada Okezone.

Ainun menjelaskan, kasus positif Covid-19 telah tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia. "Dengan jumlah kasus terbanyak masih di wilayah DKI, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar," tuturnya.

IKAPPI menilai banyak hal yang perlu di evaluasi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga para pedagang pasar, juga perlu mengevaluasi atas apa yang sudah terjadi beberapa saat terahir.

Namun memang peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini. Berpihak atau tidak terhadap pasar tradisional, malakukan pencegahan atau tidak terhadap Covid-19 itu menjadi kunci sesungguhnya sehingga penyebaran itu bisa di hentikan," imbuhnya.

Dirinya melihat 164 pasar dari total keseluruhan 14 ribu pasar di Indonesia, itu sangat kecil. Dan memang sudah lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test atau swab test.

"Tetapi paling tidak jika lebih maksimal lagi melakukan rapid test dan swab akan ada upaya memangkas mata rantai penyebaran dan juga lebih meningkatkan kedisiplinan pedagang juga pengunjung," tuturnya.

Baca Juga : Sudirman-Thamrin Ramai Meski Tak Ada CFD, Kadishub DKI Lapor Anies

Baca Juga : Kanye West Umumkan Pencalonan Diri Sebagai Presiden AS

Menurut dia upaya seperti ini harus terus didorong bersama agar penyebaran corona di pasar tradisional dapat dihentikan. Jika ekonomi masyarakar pedagang sehat maka ekonomi daerah juga akan terus bangkit.

"Hal kedua yang paling penting adalah melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan masker dan juga edukasi bahaya Covid-19 bersama-sama pedagang. Libatkan pedagang dalam setiap kebijakan yang di ambil, sehingga itu dapat dijalankan secara bersama sama," katanya.

"Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang di jalankan oleh pemerintah daerah. Jika Pedagang Sehat maka Ekonomi akan kembali kuat," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini