Kasus Baru Positif Corona di Jatim Masih Tinggi, Ini Kata Epidemiolog

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 05 Juli 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 337 2241349 kasus-baru-positif-corona-di-jatim-masih-tinggi-ini-kata-epidemiolog-ZkfdHZYwtE.jpg Warga menjalani tes swab. (Dok Okezone)

JAKARTA – Dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus baru positif Covid-19 di Jawa Timur masih tinggi. Bahkan pada Sabtu 7 Juni 2020 kasus baru di Jawa Timur mencapai 414 orang.

Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani menilai masih tingginya kasus baru Covid-19 di Jawa Timur lantaran pemeriksaan masif dan menggambarkan penularan di masyarakat masih terjadi.

“Jadi kalau ini artinya memang surveilans kesehatan itu sudah berusaha dimaksimalkan dengan pemeriksaan secara masif. Artinya angka kasus masih tinggi, jadi penyebarannya masih ada,” kata Laura kepada Okezone, Minggu (5/7/2020).

Di samping itu, kata Laura, faktor lainnya yang membuat masih tingginya penyebaran di Jawa Timur lantaran masyarakat tak patuh dengan protokol kesehatan Covid-19.

Lebih lanjut, dengan angka kasus baru yang masih tinggi, Laura mengatakan Pemprov Jawa Timur harus bekerja ekstra. Pasalnya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak lagi diterapkan.

“Apalagi di sini (Jatim) sudah tidak ada PSBB,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui berdasarkan data terbaru yang diumumkan Gugus Tugas Percepatan Covid-19, pasien positif virus corona di Indonesia kembali bertambah sebanyak 1.446 orang pada Sabtu 5 Juli 2020 sehingga totalnya menjadi 62.142 orang.

Baca Juga : Ridwan Kamil Sebut Penyebaran Corona di Jabar Agak Terkendali Berkat Tracing Agresif

Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 651 orang sehingga total menjadi 28.219 orang. Pasien meninggal dunia bertambah 53 sehingga total menjadi 3.089 orang.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, setiap provinsi mengalami penambahan kasus secara variatif. Bahkan, ada yang tidak melaporkan terjadi penambahan kasus kemarin.

Namun, untuk jumlah penambahan kasus terbanyak masih ada di Jawa Timur sebanyak 413, sehingga total kumulatif 13.461. Di bawah Jawa Timur, ada DKI Jakarta sebanyak 223 dengan kumulatif 12.183. Di urutan ketiga ada Sulawesi Selatan sebanyak 195, dan kumulatifnya 5.754 kasus.

Baca Juga : Sekolah di Zona Hijau Corona Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini