Survei IPO : Anies dan Ganjar Kepala Daerah Paling Responsif Atasi Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 04 Juli 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 337 2241132 survei-ipo-anies-dan-ganjar-kepala-daerah-paling-responsif-atasi-covid-19-vrf6X0bKzA.jpg Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei tentang evaluasi publik dalam penanganan pandemi Covid-19 dan implikasi sosiopolitik nasional. Salah satu yang disurvei yakni terkait penilaian publik terhadap kinerja kepala daerah paling responsif dalam penanganan pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil survei IPO, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menempati urutan teratas sebagai kepala daerah yang paling responsif dalam menangani Covid-19. Anies mendapat penilaian publik sebagai kepala daerah yang paling responsif sebanyak 62,6 persen.

Di urutan kedua ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan perolehan penilaian publik sebanyak 60,1 persen sebagai kepala daerah yang responsif mengatasi Covid-19. Sedang di urutan ketiga, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono mendapat penilaian publik sebesar 54,3 persen.

"Formasi ini menggeser Ridwan Kamil yang hanya memperoleh penilaian 53,0 persen, dari yang biasanya selalu bersanding dengan Anies dan Ganjar," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah saat mengikuti diskusi Polemik Trijaya dengan tema 'Menanti Perombakan Kabinet' yang disiarkan secara langsung, Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga: Yasonna Laoly, Terawan dan Ida Fauziah Menteri yang Diharapkan Publik untuk Direshuffle 

Kemudian, pada posisi keempat terdapat Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan angka 53 persen; Gubernur Bali I Wayan Koster sebanyak 48,4 persen; Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah 45,2 persen; dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 40,1 persen.

Ganjar Pranowo 

Selain itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mendapat 40 persen; Bupati Bolaang Mengondow Timur Sehan Salim Landjar sebesar 37,7 persen; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 36,2 persen; Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

"Popularitas Bupati Boltim cukup mendapat perhatian publik, ia dianggap responsif dan lebih baik dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Meskipun Khofifah berada di Jawa, faktanya ia dianggap lebih lamban dari Gubernur Bali, Gubernur Aceh Darussalam, Gubernur Sumatera Utara, bahkan dari Wali Kota Surabaya sekalipun," kata Dedi.

Sekadar informasi, survei IPO ini digelar sejak periode 8 hingga 25 Juni 2020 dengan 1.350 responden yang tersebar di 135 desa dari 30 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode Wellbeing Purposive Sampling (WPS).

Metode WPS ini memungkinkan pendapat publik tersimpan dengan model spiral majority, di mana setiap surveyor mendistribusikan questionnaire sesuai kuota sebaran, yakni kepada responden yang memiliki relevansi dengan yang dinilai.

Baca Juga: PKS : Kita Tunggu Pak Jokowi, Mau Reshuffle Monggo, Kecilin Struktur Monggo 

Validitas data menggunakan triangulasi bertingkat, membandingkan antar data terinput, dengan analisis coder expert dan pengecekan ulang melalui wawancara via telepon. Penentuan sampling error pada 3.54 persen dengan tingkat akurasi data dalam rentang maksimum 97 persen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini