Share

Pemerintah Putuskan RUU HIP Ditunda, Ormas Keagamaan Minta DPR Bersikap Negarawan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 04 Juli 2020 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 337 2240998 pemerintah-putuskan-ruu-hip-ditunda-ormas-keagamaan-minta-dpr-bersikap-negarawan-tU49mvtkB7.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Ormas keagamaan meminta DPR bersikap sebagai negarawan, setelah pemerintah memutuskan untuk menunda Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang tengah dibahas DPR.

"Bahwa pemerintah menyatakan menunda pembahasan RUU HIP, oleh karena itu DPR hendaknya menunjukkan sikap dan karakter negarawan, dengan lebih memahami arus aspirasi masyarakat dan lebih mementingkan bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik dan golongan," kata perwakilan dari ormas keagamaan, Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2020).

Ormas keagamaan yang meminta DPR menunda pembahasan RUU HIP di antaranya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin).

"Bahwa Pancasila adalah dasar negara dan sumber segala sumber hukum negara Republik Indonesia. Secara konstitusional kedudukan dan fungsi Pancasila sudah sangat kuat sehingga tidak memerlukan aturan lain yang berpotensi mereduksi dan memperlemah Pancasila," ujarnya.

 pANCASILA

Ormas keagamaan itu dalam keterangannya menyebutkan bahwa rumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah sebagaimana termaktub dalam alinea keempat pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Rumusan-rumusan lain yang disampaikan oleh individu atau dokumen lain yang berbeda dengan pembukaan UUD 1945 adalah bagian dari sejarah bangsa yang tidak seharusnya diperdebatkan lagi pada masa kini karena berpotensi menghidupkan kembali perdebatan ideologis yang kontra produktif.

"Yang lebih diperlukan adalah internalisasi dan pengamalan Pancasila dalam diri dan kepribadian bangsa Indonesia serta implementasi dalam perundang-undangan, kebijakan, dan penyelenggaraan negara," ujarnya.

Abdul menambahkan, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19, serta berbagai dampak yang ditimbulkan terutama sosial dan ekonomi.

"Karena itu semua pihak hendaknya saling memperkuat persatuan dan bekerjasama untuk mengatasi wabah pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya serta menjaga situasi kehidupan bangsa yang kondusif, aman, dan damai," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini