Banten Rentan Jadi Tempat Transit dan Produksi Narkoba

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 337 2240610 banten-rentan-jadi-tempat-transit-dan-produksi-narkoba-Z7DIzheeNW.jpg BNNP Banten musnahkan barang bukti narkoba (Foto: Okezone/Isty)

TANGERANG - Provinsi Banten rupanya masih menjadi jalur rawan untuk lalu lintas peredaran narkoba antar provinsi di Indonesia.

Para pengedar memanfaatkan berbagai modus untuk meloloskan barang haram tersebut. Pada kasus terakhir, Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten (BNNP Banten) mengamankan 298 kilogram ganja asal Aceh. Tak hanya sebagai jalur edar, Banten juga masih rentan sebagai tempat transit dan produksi.

"Dua hari yang lalu kita mengungkap jaringan narkotika Aceh Jakarta dengan barang bukti kurang lebih 298 kg ganja. Ini membuktikan bahwa provinsi Banten masih rentan sebagai jalur tidak hanya wilayah edar tapi lintasan tempat transit dan juga produksi," ujar Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol. Tantan Sulistiana, usai Apel dan Deklarasi Gerakan Bersama Anti Narkotika, di Lapas Klas I Tangerang, Jumat (3/7/2020).

Para pengedar ini bahkan memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menyelundupkan narkoba. Mereka kerap menggunakanjalur logistik dan media untuk penanganan Covid-19 yang jarang tersentuh aparat kepolisian. Tak hanya itu, mereka juga kerap menggunakan modus ekspedisi untuk mengelabui petugas.

"Di masa pandemi mereka menggunakan jalur yang memang jarang tersentuh oleh aparat seperti, jalur logistik, jalur kesehatan dan sebagainya termasuk melalui jalur ekspedisi. Ini yang sekarang kita awasi lebih ketat lagi," jelas Tantan.

Saat ini BNNP Banten juga sudah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan informasi mengenai peredaran narkoba di wilayah Banten. Masyarakat juga diminta ikut berpartisipasi dalam memberikan informasi jika ada aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Hal ini tentunya bisa memudahkan aparat dalam memberantas peredaran narkoba.

"Pengungkapan kasus narkotika harus ada dukungan atau partisipasi dari masyarakat yaitu dengan memberikan informasi. Kami pun sudah membentuk jaringan informasi di titik rawan akses masuk ke wilayah Banten," pungkas Tantan.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan kebijakan pemberantasan narkoba di Indonesia BNN juga bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten untuk terus melakukan pembenahan untuk menanggulangi permasalahan peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan. Salah satunya adalah dengan Deklarasi Gerakan Bersama Anti Narkotik, dan menandatangani pakta integritas komitmen perang terhadap narkoba antar aparat penegak hukum.

"Kita sudah berupaya bekerja sama dengan KUMHAM, salah satu wujud dari pelaksanaan kegiatan, KUMHAM melakukan kegiatan hari ini dengan deklarasi dan komitmen ini salah satu bentuk implementasi dari inpres 2 tahun 2020," ujar Tantan.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini