Aplikasi Streaming Tanpa Lulus Sensor Berdampak Negatif ke Anak, DPR Diminta Turun Tangan

INews.id, · Jum'at 03 Juli 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 337 2240576 aplikasi-streaming-tanpa-sensor-berdampak-negatif-ke-anak-dpr-diminta-turun-tangan-Zg8eWgFRPQ.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA – Saat ini masih banyak tayangan di platform atau aplikasi streaming film khususnya dari luar negeri tanpa lulus sensor dan sangat mudah diakses. Aplikasi streaming ini bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.

Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia Rommy Fibri Hardiyanto mengatakan, harus ada regulasi yang jelas mengenai menjamurnya aplikasi steraming tersebut di Indonesia. Karena tayangan dalam aplikasi tersebut dipastikan tak lulus sensor.

“Kami dari LSF melaporkan, bahwa memang mayoritas dari apa yang tayang, seperti film-film di internet itu sampai hari ini masih banyak yang tanpa lulus sensor. Jadi ini yang harus diperhatikan untuk anak-anak dan keluarga, yang saat ini benar-benar berada di rumah, karena sekolah dan perkuliahan itu sampai akhir tahun masih akan dilakukan secara daring,” ujar Rommy dikutip iNews, Jumat (3/7/2020).

Dia menyebut, hingga 30 Juni 2020, total tayangan film termasuk iklan yang telah dinyatakan lulus sensor sebanyak 18.942. Sedangkan tayangan yang tidak lulus sensor lebih banyak lagi, baik pada jaringan media berbayar maupun bebas akses alias gratis.

“Karakteristiknya mayoritas mengandung unsur porno aksi, sadisme atau kekerasan, konflik keluarga, serta horor dan mistis yang berlebihan,” ujarnya.

Oleh karena itu, LSF meminta kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membidangi komunikasi dan informatika untuk menguatkan lagi pengawasan lagi terhadap aplikasi steraming luar negeri yang saat ini banyak diakses di Indonesia.

“LSF sudah menyensor beberapa tayangan di jaringan teknologi informatika. Inilah perlunya ada pengawasan dari segi aspek pemantauannya, kami berharap juga perhatian dari Komisi I DPR yang juga membidangi sektor ini,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini