Kapolri Ingin Polisi Terjerat Narkoba Dihukum Mati, Ini Tanggapan DPR

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 337 2240404 kapolri-ingin-polisi-terjerat-narkoba-dihukum-mati-ini-tanggapan-dpr-Mv2e8mgrkO.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Taufik Basari menilai, Polri seharusnya membangun sistem agar tidak memberikan peluang kepada oknum polisi, untuk terlibat dalam kasus peredaran narkoba.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Idham Azis menegaskan akan memberikan hukuman mati kepada oknum polisi yang terjerat narkoba.

"Menurut saya yang paling penting bukan bentuk hukumannya, apakah hukuman mati atau bukan melainkan pada konsistensi penegakan hukum serta membangun sistem agar tidak ada peluang bagi personel polri terlibat kasus narkoba," kata Taufik saat dihubungi Okezone, Jumat (3/7/2020).

 Baca juga: Kapolri Tegaskan Polisi Terjerat Narkoba Harus Dihukum Mati

Ketua Fraksi Nasdem itu menilai, hukuman mati kepada oknum polisi yang terjerat narkoba jangan dijadikan alasan agar persoalan peredaran narkoba bisa dengan mudah diselesaikan.

"Karena justru hukuman mati akan menimbulkan persoalan lain, seperti jika sudah dieksekusi lantas apabila muncul kebutuhan informasi dari yang bersangkutan kita tidak bisa lagi menelusurinya karena orangnya sudah meninggal dunia," ujar dia.

 Baca juga: Kapolri: 100 Pelaku Narkoba Dihukum Mati Sepanjang 2020

Taufik pun meminta Korps Bhayangkara untuk konsisten dalam menindak oknum anggotanya yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.

"Karena itu saya lebih menekankan konsistensi penegakan hukum dan membangun sistem pencegahan di internal Polri," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan jika ada oknum polisi yang terjerat atau ikut dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia, ganjaran yang paling tepat adalah hukuman mati.

Menurut Idham, tidak ada toleransi sedikitpun kepada jajarannya apabila ikut cawe-cawe dalam kasus tindak penyalahgunaan narkotika. Apalagi, polisi telah mengetahui aturan hukum terkait kasus tersebut.

"Nah kalau polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati sekalian. Karena dia (polisi) sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum, seperti itu," kata Idham dalam sambutannya pada acara pemusnahan sabu 1,2 ton di Mapolda Metro Jaya.

Idham bercerita, saat Kapolda Metro Irjen Nana Sudjana melaporkan soal pengungkapan kasus narkoba, ia langsung memberikan atensi dan meminta barang haram itu minta langsung dimusnahkan.

Instruksi itu, kata Idham, lantaran untuk menghindari adanya godaan-godaan yang bisa menggoyahkan siapapun ketika melihat sabu, termasuk aparat kepolisian.

"Saya juga sangat mengapresiasi kepada Bapak Kapolda Metro yang betul-betul sangat memberikan atensi dan perhatian. Ketika kemarin beliau lapor saya, segera musnahkan. Karena bahaya narkoba itu bisa datang dari 2 sisi. Dari luar bisa orang luar dari dalam bisa polisinya sendiri. Kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah, pegang segenggam bisa melihara," ujar Idham.

Gaya ceplas-ceplos bernada tegas kembali dilontarkan Idham. Ia mengungkapkan, selama menjabat, selalu memberikan perhatian atau atensi penuhi kepada seluruh jajaran Direktorat Narkoba.

Idham tak ingin citra polisi yang sudah baik dapat tercoreng oleh oknum-oknum yang tergoda narkoba. Bahkan, Idham meminta seluruh jajaran Direktorat Narkoba dites urine.

"Di narkoba itu saya paling rewel. Bener tidak itu pengamanan barang buktinya. Cek itu anggota sesekali tes urine benar enggak, karena banyak kejadian begitu," ujar Idham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini