Tusuk Serda Saputra hingga Tewas, Letda RW Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 337 2240314 tusuk-serda-saputra-hingga-tewas-letda-rw-bakal-dijerat-pasal-berlapis-AQ3uEkB2WC.jpg Foto: Harits/Okezone.com

JAKARTA - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis menyatakan, bahwa pelaku pembunuhan Babinsa Tambora Serda Saputra, yakni Letda RW juga bakal dijerat pasal berlapis.

Tersangka, kata Eddy, bakal dijerat pasal pembunuhan dan penyalahgunaan senjata api serta perusakan tempat umum.

"Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Pertama, pasal pembunuhan KUHP ancamannya maksimal 15 tahun. Kedua, perusakan di tempat umum KUHP juga ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan. Kemudian yang ketiga pasal penyalahgunaan senjata api, UU Darurat, ini paling berat, ancaman hukumannya bisa 20 tahun," kata Eddy dalam konfrensi pers di Puspomal, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

 Baca juga: Danpuspom TNI : Letda RW Mabuk saat Tusuk Serda Saputra

Ia memaparkan, jika sebelum melakukan kejahatan pembunuhan kepada Serda Saputra, pelaku yakni Letda RW juga pernah melakukan sejumlah pelanggaran.

 Baca juga: Puspom TNI Ungkap Tersangka Baru dalam Kasus Penusukan Serda Saputra

Bahkan Eddy menyebut ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Letda RW pun sedang berjalan kasusnya di pengadilan.

"Tersangka ini juga melakukan beberapa kali pelanggaran. Jadi pelanggaran yang kesekian kalinya. Sudah ada beberapa pelanggaran sebelumnya yang juga sedang berproses di pengadilan. Dia menjalani sidang beberapa kali dan dalam perkara yang terakhir ini," jelas Eddy.

Sebagaimana diketahui, Serda Saputra tewas ditusuk oleh pelaku saat sedang bertugas mengamankan lokasi karantina pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air di salah satu hotel di Jakarta Barat. Nyawanya tak terselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit.

Pelaku penusukan diduga oknum perwira pertama TNI AL Letda Mar RW dan kemungkinan melibatkan pelaku lainnya yang merupakan warga sipil. Untuk terduga pelaku anggota TNI AL sudah ditahan di Puspomal, sedangkan terduga sipil diproses hukum oleh Polres Metro Jakarta Barat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini