Danpuspom TNI : Letda RW Mabuk saat Tusuk Serda Saputra

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 337 2240004 danpuspom-tni-letda-rw-mabuk-saat-tusuk-serda-saputra-1X9V7B2tls.jpg Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Musi, saat konferensi pers penusukan Serda Saputra di Puspomal, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020). (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis menjelaskan, pelaku Letnan Dua Mar RW sedang dalam kondisi mabuk saat menusuk Anggota Babinsa Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Serda Saputra.

“Tersangka waktu itu datang ke hotel dalam kondisi setelah mengonsumsi minuman keras. Yang bersangkutan saat itu dalam keadaan kondisi mungkin boleh dikatakan setengah mabuk setelah mengonsumsi minuman keras,” kata Eddy dalam konferensi pers di di Puspomal, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

Eddy memaparkan, tujuan Letda RW datang ke hotel tersebut untuk bertemu wanita yang dikenalnya melalui media sosial.

Namun karena hotel tersebut merupakan tempat karantina bagi penderita Covid-19, petugas keamanan setempat menghalaunya karena hanya orang tertentu yang bisa masuk ke dalam.

“Tetapi yang bersangkutan karena pengaruh minuman keras tetap memaksakan untuk masuk sehingga dihalangi oleh petugas. Yang bersangkutan tidak terima dihalangi oleh petugas, sehingga melakukan pengerusakan,” tutur Eddy.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis saat konferensi pers penusukan Serda Saputra di Puspomal Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020). (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhm

“Kemudian melakukan penembakan sebanyak dua kali. Penembakan yang pertama pada saat mau masuk ke hotel, pintu hotel itu terkunci. Kemudian yang bersangkutan menembak gagang daripada pintu hotel tersebut. Setelah itu yang bersangkutan menembak lagi ke atas. Setelah itu tersangka masuk lewat pintu belakang dan melakukan perusakan. Ini dalam kondisi mabuk,” ujarnya.

Setelah tersangka melakukan perusakan, kata Eddy, sekuriti hotel melaporkan hal itu ke petugas. Kemudian petugas dari Polres Jakarta Barat serta Kormail dalam hal ini Babinsa datang ke lokasi.

Kemudian petugas dari koramil menemui tersangka. terjadilah cekcok karena tersangka ditegur oleh petugas. Lantaran dalam kondisi mabuk, tersangka tidak terima dan kemudian mengejar korban dengan menggunakan senjata tajam badik.


Baca Juga : Oknum Marinir Ditahan, POM TNI AD Kejar Pelaku Lain Penusuk Serda Saputra

“Karena larinya lambat, yang ngejar lebih cepat larinya. Akhirnya dari belakang ditusuk kemudian jatuh, kemudian ditusuk lagi sehingga mengakibatkan korban (Serda Saputra) meninggal,” katanya.

“Jadi, kenapa terjadi keributan. Karena pertama si tersangka dalam kondisi mabuk. Yang kedua karena dia dilarang untuk masuk ke dalam hotel yang merupakan tempat karantina,” tutur Eddy.

Baca Juga : Puspom TNI Ungkap Tersangka Baru dalam Kasus Penusukan Serda Saputra

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini