Puspom TNI Ungkap Tersangka Baru dalam Kasus Penusukan Serda Saputra

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 337 2239978 puspom-tni-ungkap-tersangka-baru-dalam-kasus-penusukan-serda-saputra-mu69dDr2DW.jpg Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen Eddy Rate Muis saat konferensi pers kasus penusukan terhadap Serda Saputra di Puspomal Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020). (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis, mengungkapkan fakta terbaru terkait kasus penusukan kepada anggota Babinsa Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Serda Saputra.

Menurut Eddy, berdasarkan hasil penyidikan dan penyelidikan, pihaknya membuktikan Letnan Mar RW telah membunuh Serda Saputra.

“Jadi tersangka oknum TNI Letnan RW sudah cukup menurut kami. Pertama melalukan pembunuhan dengan sajam. Kedua melakukan perusakan di tempat unum. Ketiga menggunakan serta menyalahgunakan senpi,” kata Eddy dalam konferensi pers di Puspomal, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

Eddy menerangkan, pihaknya memeriksa 20 orang saksi, yang terdiri atas 17 warga sipil, 2 orang militer, dan 1 personel Polri.

Dari hasil pemeriksaan ini, lanjut Eddy, Puspom TNI menemukan beberapa tersangka baru. Seperti halnya dua orang dari pihak TNI AD dalam kasus penusukan ini.

“Kemudian tersangka lain, ada 2 oknum TNI ada Sertu H dan Koptu S. Ini sudah kita periksa barang bukti. Kita kumpulkan keterangan para saksi dan petunjuk. Sudah dikaitkan sehingga penyidik yakin kedua ini juga sebagai tersangka,” ujarnya.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis saat konferensi pers penusukan Serda Saputra di Puspomal Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020). (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhm

Dia melanjutkan, tersangka juga ada yang berasal dari warga sipil sebanyak 6 orang. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Barat.

“Ini juga dijerat perusakan di tempat umum. Jadi, perkara ini diperiksa 8 hari secara maraton,” katanya.

Lebih jauh Eddy menekankan, semua yang terkait dengan tindak pidana pembunuhan terhadap Serda Saputra harus dijerat secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Semua yang terkait tindak pidana semua sudah dijerat dan harus yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan sesuai dengan aturan hukum berlaku,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Serda Saputra tewas ditusuk pelaku saat sedang bertugas mengamankan lokasi karantina pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air di salah satu hotel di Jakarta Barat. Nyawanya tak terselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit.


Baca Juga : Oknum Marinir Ditahan, POM TNI AD Kejar Pelaku Lain Penusuk Serda Saputra

Pelaku penusukan diduga oknum perwira pertama TNI AL Letda Mar RW dan kemungkinan melibatkan pelaku lainnya yang merupakan warga sipil. Terduga pelaku anggota TNI AL sudah ditahan di Puspomal, sedangkan terduga sipil diproses hukum oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Baca Juga : Puspom TNI AD Kawal Kasus Tewasnya Serda Saputra

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini