Polri Diminta Fokus Urus Kamtibmas ketimbang Lontarkan Isu Calon Kapolri

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 337 2239830 polri-diminta-fokus-urus-kamtibmas-ketimbang-lontarkan-isu-calon-kapolri-KZDcYrfRV1.jpg Kapolri Jenderal Idham Azis saat dilantik Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI)

JAKARTA - Peneliti Institute for Security and Strategic Studies bidang Kepolisian Bambang Rukminto meminta agar Korps Bhayangkara fokus mengatasi persoalan yang tengah dihadapi masyarakat dibandingkan membahas isu bursa calon kapolri baru.

Menurut Bambang, saat ini terlalu dini untuk membicarakan siapa pengganti kapolri. Sebab, masih banyak persoalan lain yang harus ditangani institusi kepolisian.

"Saya rasa masih terlalu dini ya untuk calon-calon pengganti Pak Idham karena masa jabatan Pak Idham masih 6 bulan lagi dan kondisi sekarang membutuhkan Polri untuk fokus menangani problem sosial terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah pandemi," kata Bambang kepada Okezone, Kamis (2/7/2020).

Bambang mengaku setuju dengan pesan Kapolri Jenderal Idham Azis yang menyinggung soal calon kapolri baru penggantinya agar tidak menjadi isu liar. Sebab, isu pergantian tersebut sangat tidak etis untuk dihembuskan di saat masyarakat kesulitan dampak virus corona.

"Tidak etis melontarkan isu itu di tengah kita menghadapi badai wabah," tuturnya.

Karena itu, kata dia, dalam momentum Hari Bhayangkara ke-74 bisa menjadi bahan evaluasi bagi institusi kepolisian agar dapat melayani masyarakat dengan maksimal. "Momentum Hari Bhayangkara ini Polri dapat melakukan evaluasi organisasi dan membuat new normal bagi Kepolisian Republik Indonesia untuk membangun itu," jelasnya.

Isu bursa calon kapolri baru sebelumnya dihembuskan oleh Indonesia Police Watch (IPW). IPW merilis delapan jenderal calon Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis yang enam bulan lagi akan mengakhiri masa jabatannya karena memasuki masa pensiun.

Seperti diketahui, delapan nama yang dirilis IPW terdiri dari lima nama jenderal bintang tiga, dan dan tiga jendral bintang dua. Mereka adalah Kabaintelkam Komjen Rycko Amelza, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kepala BNPT Komjen Boy Rafly Amar, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Kemudian, jenderal bintang dua yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lufti, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran.

Di Hari Bhayangkara ke-74 Kapolri Idham Azis juga sempat menyinggung soal bursa calon pimpinan Polri kedepannya di tengah momentum Hari Bhayangkara ke-74. Menurutnya, meskipun muncul isu itu, jajarannya harus tetap solid dan profesional.

Menurut Idham, disinggungnya soal bursa calon Kapolri sengaja dilontarkan lebih awal agar tidak terjadi adanya isu liar yang bisa menganggu solidaritas internal Polri. "Saya perlu mengingatkan sampai sekarang di awal-awal ini supaya tidak banyak susupo. Kalau orang Palu bilang susupo itu isu yang liar,” ucap Idham.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini