Terdakwa Perkara Korupsi Jiwasraya Reaktif Corona, Sidang Diskors

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 337 2239651 terdakwa-perkara-korupsi-jiwasraya-reaktif-corona-sidang-diskors-caS4Eqcg17.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terpaksa harus menghentikan sementara waktu (skors) sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menyeret PT Asuransi Jiwasraya, pada hari ini, Rabu (1/7/2020). Sidang diskors karena ada terdakwa yang reaktif Covid-19.

Satu terdakwa yang dikabarkan reaktif corona itu yakni, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim. Kuasa hukum Hendrisman Rahim, Maqdir Ismail mengamini bahwa kliennya dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

"Betul, sidang dihentikan sementara. Dihentikan sampai Senin (pekan depan) karena dicurigai bahwa Pak Hendrisman termasuk reaktif," kata Maqdir saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2020).

Maqdir mengaku belum mengetahui dengan pasti tindaklanjut terhadap penanganan Hendrisman Rahim. Maqdir panik mendengar kabar kliennya reaktif Corona. Saat ini, kata Maqdir, dia akan langsung melakukan Swab test untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

"Pak Hendrisman sudah dibawa tapi enggak tahu ke mana, apakah ke KPK atau ke rumah sakit dulu, swab test dulu. Kami jg sekarang mau ke rumah sakit, mau periksa juga semua," pungkasnya.

Sidang perkara dugaan korupsi Jiwasraya yang digelar pada hari ini diagendakan untuk menggali keterangan saksi. Namun, sidang tersebut harus ditunda karena Hendrisman reaktif Corona.

Baca Juga : Kapolri Idham Azis Tiba-Tiba Minta Maaf, Ada Apa?

Dalam perkara ini, Jaksa mendakwa enam orang terdakwa yakni Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), Heru Hidayat; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; serta Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Keenamnya didakwa telah merugikan negara sebesar Rp16,8 triliun. Kerugian itu muncul dari salah kelola dana investasi nasabah Jiwasraya. Jaksa menyebut tiga petinggi Jiwasraya memperoleh duit, saham, mobil dan paket wisata terkait perjanjian kerja sama dengan para pengusaha dan manajer investasi.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini