Singgung Bursa Kapolri, Idham Azis: Jangan 'SMS'

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 337 2239530 singgung-bursa-kapolri-idham-azis-jangan-sms-8PYWPIx2T4.jpg Kapolri Jenderal Idham Azis (foto: istimewa)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis menyinggung soal bursa calon pimpinan Polri kedepannya di tengah momentum Hari Bhayangkara ke-74. Menurutnya, meskipun muncul isu itu, jajarannya harus tetap solid dan profesional.

Menurut Idham, seluruh anggota Polri punya kans yang sama untuk meneruskan jejaknya sebagai Kapolri. Oleh sebab itu, Idham mengingatkan agar seluruh jajaran untuk tidak menggunakan cara saling sikut untuk meraih posisi orang nomor satu di Polri. Ia juga memunculkan singkatan 'SMS' kepada sosok pengganti dirinya di masa mendatang.

“Jangan 'SMS', senang melihat teman susah, susah melihat teman senang, itu singkatannya SMS itu,” kata Idham di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).

 Baca juga: Komisi III Akui 8 Kandidat Kapolri Berpotensi Besar Gantikan Idham Azis

Idham menekankan, siapapun pejabat tinggi Polri memiliki kesempatan yang sama untuk meraih posisi itu. Terpenting, kata dia harus membuktikan dengan kerja keras demi mengamankan Bangsa Indonesia.

“Gantungkan harapan mu setinggi langit, lalu biarkan nanti Tuhan yang memilih siapa nanti di antara rekan-rekan yang akan jadi Kapolri. Karena semua punya kesempatan yang sama untuk memimpin Polri,” ujar Idham.

 Baca juga: 8 Jenderal Ramaikan Bursa Calon Kapolri, IPW: Ada Geng Solo dan Ajudan SBY

Menurut Idham, disinggungnya soal bursa calon Kapolri sengaja dilontarkan lebih awal agar tidak terjadi adanya isu liar yang bisa menganggu solidaritas internal Polri.

"Saya perlu mengingatkan sampai sekarang di awal-awal ini supaya tidak banyak susupo. Kalau orang Palu bilang susupo itu isu yang liar,” ucap Idham.

Idham pun berpesan pada Hari Bhayangkara kali ini agar jajarannya terus menjaga soliditas dengan baik.

“Kita boleh datang dari mana saja dan kita boleh pergi kapan saja, tapi panji-panji Tribrata ini harus kita junjung tegak karena diharapkan berdiri sampai mungkin dunia ini kiamat, baru polisi juga kiamat,” tutup Idham.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini