Anggaran Corona Rp695 Triliun, Presiden Jokowi: Bisa Lebih Besar Lagi

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 11:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 337 2239328 anggaran-corona-rp695-triliun-presiden-jokowi-bisa-lebih-besar-lagi-JBXpeD71VU.jpg Foto: Biro Setpres

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut anggaran penanganan Covid-19 berjumlah Rp695,2 triliun. Namun angka itu bisa saja bertambah lebih besar jika diperlukan.

"Alokasi dananya cukup besar yaitu Rp695,2 triliun dan bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan," ucap Jokowi dalam HUT ke-74 Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Dengan besarnya anggaran corona itu, Presiden Jokowi meminta Polri beserta penegak hukum lainnya bersinergi untuk mengawasi penggunaan anggaran tersebut.

"Saya juga perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK dan lembaga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi memperkuat kerja sama. Tolong pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggaranya," tutur Jokowi.

Namun demikian, Jokowi menyebut aspek pencegahan harus lebih dikedepankan dalam pengawasan ini.

"Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. Jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi ada mens rea ya harus ditindak. Silakan digigit saja apalagi dalam situasi krisis sekarang ini tidak boleh ada satupun yang main-main," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar anggaran untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 segera dikeluarkan. Hal tersebut diperuntukan bagi pemerintah pusat hingga daerah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bekerja ekstra untuk memantau anggaran-anggaran yang telah dikeluarkan untuk setiap kementerian dan lembaga. Bahkan, di setiap pemerintah daerah.

"Di seluruh kementerian dan lembaga juga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada dan saya pantau setiap hari," ujarnya pada kunjungan kerja ke Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Jokowi menerima informasi mengenai besaran yang telah dikeluarkan oleh setiap kementerian lembaga. Bahkan, dirinya tak segan-segan menegur bila masih terlalu kecil.

"Kalau masih rendah saya telepon langsung, tegor Langsung menterinya atau kepala lembaganya,"tegasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini