Presiden Jokowi Ungkap Tantangan Polri : Dari Kejahatan Konvensional hingga Pilkada Serentak

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 10:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 337 2239292 presiden-jokowi-ungkap-tantangan-polri-dari-kejahatan-konvensional-hingga-pilkada-serentak-FliRXg2QvW.jpg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyebut tantangan Polri ke depan semakin berat.

"Saya ingatkan bahwa Polri akan menghadapi tantangan yang semakin berat dan semakin kompleks. Mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara, kejahatan berimplikasi kontijensi, sampai kejahatan terhadap kekayaan negara," tutur Jokowi, Rabu (1/7/2020).

Menurut Jokowi, potensi ancaman stabilitas keamanan dalam negeri juga perlu diwaspadai terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada Desember.

"Potensi ancaman stabilitas keamanan dalam negeri juga perlu terus diwaspadai terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak di akhir tahun 2020 di bulan Desember," ucapnya.

"Selain tugas yang sama pernah dilakukan di Pilkada Serentak 2017 dan 2019 kali ini juga harus menjaga protokol kesehatan. Saya tahu tugas ini tidaklah mudah. Namun, saya yakin Polri/TNI serta penyelenggara dan pengawas Pemilu akan mampu menjalankan tugas ini dengan baik," tutur Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi memerintahkan Polri dan penegak hukum lainnya bersinergi dalam mengawasi anggaran penanganan Covid-19. Jangan sampai anggaran sebesar Rp695,2 triliun tersebut 'digarong' oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Saya juga perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK dan lembaga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi memperkuat kerjasama," ujarnya.


Baca Juga : Jokowi Perintahkan Polri, KPK, Kejaksaan Bersinergi Awasi Dana Corona

"Tolong pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggaranya. Alokasi dananya cukup besar yaitu Rp695,2 triliun dan bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan," katanya.

Kepala Negara menuturkan, aspek pencegahan harus lebih dikedepankan dalam pengawasan anggaran Covid-19 sehingga pengawasan dilakukan tanpa harus menunggu terjadinya masalah.

"Kalau ada potensi masalah segera ingatkan. Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi ada mens rea ya harus ditindak. Silakan digigit saja apalagi dalam situasi krisis sekarang ini tidak boleh ada satupun yang main-main," tuturnya.


Baca Juga : HUT Ke-74 Bhayangkara, Presiden Jokowi Ingatkan Polri Harus Reformasi Diri

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini