BNN Pastikan Penangkapan Artis Terjerat Narkoba Bukan untuk Cari Popularitas

Hambali, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 10:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 337 2239288 bnn-pastikan-penangkapan-artis-terjerat-narkoba-bukan-untuk-cari-popularitas-QtCEUO3NBD.jpg Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Purwo Cahyoko (Ist)

JAKARTA - Keterlibatan artis dalam narkoba menjadi polemik belakangan ini. Terbaru, artis FTV Ridho Ilahi ditangkap karena kedapatan membawa sabu di kediamannya di bilangan Cibubur, Jakarta Timur.

Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Brigjen Purwo Cahyoko menjelaskan, penegak hukum tak tebang pilih dalam penegakan hukum. Apalagi berkaitan dengan narkoba.

Ia pun menyangkal bahwa penangkapan artis yang terjerat narkoba sudah dibidik sebelumnya, untuk mencari popularitas dan pencitraan.

“Hal ini tidak benar. BNN maupun Polri tidak pernah menjadikan figur tertentu sebagai target operasi kecuali bila ia memang merupakan bagian dari sindikat narkoba. Apalagi untuk sekedar menjadikan artis sebagai bahan kampanye atau mencari popularitas,hal ini tidak benar, saya jamin,” ujar Purwo.

Hal tersebut Purwo ucapkan dalam acara diskusi secara virtual dengan tema “Artis, Target Operasi Narkoba?” pada Selasa 30 Juni 2020.

Di dalam acara itu, Purwo juga menjelaskan mekanisme yang dijalankan oleh aparat penegak hukum dalam mengungkap dan memproses sebuah perkara narkoba. Mulai dari adanya laporan, penyelidikan, dan diikuti dengan penyidikan, dan dalam setiap tahapan ada proses-proses yang harus dijalani.

Baca Juga: Polisi Tangkap Penyuplai Narkoba ke Artis FTV Ridho Ilahi

“Dalam undang-undang, selalu disebutkan 'barangsiapa' atau 'setiap orang', jadi bukan setiap artis, bisa siapa saja. Bila kemudian publik figur yang terkena, kepopuleran merekalah yang membuat kasus itu kemudian terekspos luas,” ungkap Purwo.

Sementara itu, praktisi kesehatan, dr. Lula Kamal lebih menekankan kepada kehati-hatian dari kalangan artis untuk mengkonsumsi obat atau sesuatu yang meningkatkan atau menambah stamina. Memang ditenggarai tingginya tekanan fisik dan mental bagi para artis, termasuk jam kerja yang tinggi membuat artis untuk lebih hati-hati untuk mengkonsumsi obat atau vitamin.

Terkait dengan target operasi, Lula juga memandang bahwa narkoba tidak memandang bulu, siapa saja bisa terkena. “Bila ada yang mengatakan bahwa artis merupakan target operasi, sebenarnya semua yang menjadi pemakai adalah target operasi. Dan sangat menyedihkan sebenarnya saat artis yang menjadi panutan banyak orang, dan sangat berbahaya bila kemudian anak-anak muda yang mengidolakan menjadi menganggap penggunaan narkoba bukan apa-apa atau masalah,” tegas Lula.

Selain itu, Rian D’Masiv yang hadir langsung di BNN untuk acara ini mengharapkan artis atau publik figur untuk dapat lebih menyebarkan citra positif khususnya bagi fans-fansnya. Rian sendiri beranggapan bahwa situasi keterlibatan artis belakangan ini bisa berdampak buruk bagi profesi itu sendiri.

“Saya sebenarnya jadi kasian sama profesinya, karena artis atau musisi saat ini menjadi profesi yang menjanjikan dan banyak yang sekarang sudah menjalani pola hidup yang sehat. Jadi kita jangan menyalahkan profesinya, balik lagi ke individunya,” ujar Rian. Lebih lanjut juga dia menyarankan untuk memperkuat di tiap-tiap keluarga, memberikan contoh yang baik yang berawal dari rumah, termasuk dengan memperhatikan pola makan dan istirahat.

Turut hadir secara virtual dari Bali, Bucek Depp, memberikan pandangannya mengenai apakah artis menjadi target operasi. Mengenai hal ini ia menekankan kepada resiko para pekerja seni yang mendapat ekspose dari media dalam banyak hal, pada hal bila dilihat secara statistik penangkapan kasus narkoba tiap hari akan lebih banyak yang bukan artis.

Bila dikaitkan dengan argumen beratnya beban dan jam kerja yang menyebabkan artis menggunakan narkoba, Bucek menyarankan untuk selalu memberikan batasan jam kerja yang pada intinya memberikan waktu bagi para artis untuk beristirahat. Karenanya, harus ada batasan waktu dalam bekerja.

Lebih lanjut Bucek juga menyatakan kesetujuannya dengan tagline baru BNN, Hidup 100 persen. “Hidup ngga boleh setengah-setengah. Dalam berkat ya kita harus 100 persen, hidup harus 100 persen. Caranya dengan memperbaiki lebih dulu pola hidup kita,” tegas Bucek.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini