Presiden Jokowi Perintahkan Para Menteri Layani Investor dengan Baik

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 13:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 337 2238769 presiden-jokowi-perintahkan-para-menteri-layani-investor-dengan-baik-52ZsqdMfqx.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: MNC Media)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah. Setelah rampung mendatangi posko penanganan Covid-19, Kepala Negara meninjau kawasan industri terpadu Batang.

Jokowi mengatakan, pemerintah membuka kawasan industri Batang untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, ia ingin industri yang relokasi dari China ke Batang dapat dilayani sebaik-baiknya.

"Kenapa kita buka kawasan industri di Batang ini. Satu aja jawabannya. Kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya. Cipta lapangan kerja. Itu yang kita tuju ke situ," ucap Jokowi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

 Baca juga: Jokowi Khawatir Pertumbuhan Ekonomi Minus karena Covid-19

"Oleh sebab itu tadi saya sudah perintahkan kepada menteri, kepada kepala BKPM, untuk industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok ke Indonesia, baik itu dari Jepang, dari Taiwan, dari Korea, dari Amerika, dari negara manapun, berikan pelayanan yang sebaik-baiknya," tuturnya.

Jokowi mengatakan, investor tidak perlu khawatir untuk merelokasi industrinya di Batang. Ia menjamin perizinannya tidak berbelit-belit. Pemerintah siap melayani investor.

"Kalau ngurus izinnya sulit, saya tadi perintahkan langsung kepada Kepala BKPM, urus dari A sampe Z selesaikan sehingga investor merasa dilayani. Ini penting sekali," ucap dia.

 Baca juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Tidak Memaksakan New Normal, Ini Penjelasannya

"Yang kedua urusan pembebasan tanah yang ini selalu menjadi masalah kita. Tadi saya bertanya kepada beberapa investor, sudah ada tanah misalnya di Serang, di Bekasi, gak ada masalah? Gak ada masalah. Oke silakan dilanjutkan. Tapi yang ada masalah kita akan back up, bantu. Agar masalah itu bisa diselesaikan. Tapi kalau yang belum memiliki lahan tanah, silakan nanti gunakan yang namanya kawasan industri di Batang ini. Kita akan siapkan kurang lebih 4.000 hektar di sini, dan untuk tahapan pertama akan disiapkan kurang lebih 450 hektar terlebih dahulu. Langsung," beber Jokowi.

Ia mencontohkan adan suatu perusahaan yang merelokasi industinya di Batang maka itu bisa langsung masuk tanpa mengurus perizinan yang berbelit-belit.

"Misalnya ada yang mau pindah tadi. Sudah langsung masuk. Gak usah ngurus apa-apa, nanti yang ngurus semuanya dari kepala BKPM. Tentu saja nanti dibantu gubernur dan bupati yang ada di sini," jelas Jokowi.

Jokowi menambahkan, tujuan besar membuka kawasan industri terpadu di Batang adalah untuk membuka lapangan kerja sebesar-besarnya. Ia juga tak ingin Indonesia kalah saing dengan negara lainnya.

"Saya tidak mau lagi, tadi ada potensi 119 perusahaan yang akan relokasi dari Tiongkok keluar, jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia. Jangan kalah dengan negara-negara lain," imbuhnya.

"Kalau mereka memberikan harga tanah misalnya 500.000, kita harus bisa di bawahnya itu. 300.000 misalnya. Kalau mereka memberikan harga tanah 1 juta ya kita berikan harga 500.000. Kalau mereka ngurus izin di sana 1 bulan, ya kita bisa seminggu. Kalau mereka ngurus di tempat lain bisa seminggu ya kita harus bisa sehari dua hari. Harus memiliki seuah competitiveness yang baik," sambung Jokowi.

Jokowi mengenang peristiwa tahun lalu di mana kala itu ada 33 perusahaan dari Tiongkok yang akan melakukan relokasi industrinya. Namun, Indonesia tidak satu pun mendapatkannya. Kondisi berbeda justru terjadi pada saat ini di mana Indonesia sudah mendapatkan tujuh perusahaan yang akan merelokasi.

"Kalau tidak, jangan sampai peristiwa tahun lalu terjadi lagi. Ada relokasi dari Tiongkok 33 perusahaan kita satu pun gak dapat. Saya senang hari ini sudah ada yang masuk 7. Udah pasti ini yang 7. Kemudian ada 17 yang memiliki komitmen besar sudah masuk ke 60 persen hampir 100 persen. Ini juga terus saya sampaikan pada para menteri dan Kepala BKPM dilayani dan dikejar. Disampaikan fasilitas apa yang ingin kita berikan. Baik urusan lahan urusan ijin, urusan listrik, gas dan lain-lain yang ini akan memberikan sebuah daya saing negara kita dalam rangka mereka mau merelokasi ke Indonesia," tukas Jokowi.

"Saya ucapkan terima kasih atas kerja cepat yang dilakukan. Karena sekarang ini bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini