Jokowi Ultimatum Menteri dan Kepala Lembaga yang Lelet Belanjakan Anggaran

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 11:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 337 2238679 jokowi-ultimatum-menteri-dan-kepala-lembaga-yang-lelet-belanjakan-anggaran-GvC8XJlokh.jpg Foto: BPMI Setpres

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan menteri dan kepala lembaga negara untuk mengeluarkan anggaran belanja negara di tengah pandemi corona. Tujuannya agar uang beredar di masyarakat lebih banyak.

"Minggu kemarin saya perintahkan juga di seluruh kementerian/lembaga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada, saya pantau tiap hari," ujar Jokowi dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Karena memantau anggaran kementerian/lembaga (K/L) setiap hari, Jokowi sudah tahu pengeluarannya.

"Kalau (serapan anggarannya) masih rendah saya telepon langsung, saya tegur menterinya atau kepala lembaganya karena memang jangan kita biarkan uang beredar ini makin kering atau semakin sedikit, harus terus belanja-belanja itu kita dorong agar peredaran uang di masyarakat makin banyak," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020, Jokowi menegaskan akan mengambil kebijakan luar biasa guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah pandemi Covid-19. Bahkan ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

"Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu," tuturnya.

.

Jokowi pun menyinggung reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara jika itu diperlukan untuk kepentingan rakyat.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah," tegasnya

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini