Jokowi Minta Kepala Daerah Tidak Memaksakan New Normal, Ini Penjelasannya

Abu Sahma Pane, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 11:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 337 2238672 jokowi-minta-kepala-daerah-tidak-memaksakan-new-normal-ini-penjelasannya-5yfWX7RLtV.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah (Jateng). Dalam kesempatan itu ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak memaksakan diri masuk ke era new normal tanpa melalui tahapan-tahapannya.

"Saya titip jangan sampai membuka pada tatananan baru new normal tapi tidak melalui tahapan-tahapan yang benar. Setiap kita membuat kebijakan atau policy, betul-betul tolong yang namanya data science dipakai," kata Jokowi, Selasa (30/6/2020).

Jokowi menuturkan, saran dari para scientis dan pakar harus dipakai sehingga dalam mengambil keputusan bisa tepat sasaran.

"Tadi disampaikan Kak Gub (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) data-data sudah jelas ada, itulah yang kita pakai. Jangan sampai kita berani membuka masuk ke new normal, tapi keadaan datanya masih belum memungkinkan, jangan dipaksa, sehingga tahapan-tahapan harus betul disiapkan," imbuhnya.

Salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ke kenormalan baru yakni prakondisi. Menurut dia tahapan ini harus dilalui dengan baik.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Cairkan Anggaran Penanganan Pandemi Covid-19 

"Kapan kita buka, timingnya harus tepat. Jangan sampai Rt-nya masih tinggi di atas 1, R0-nya masih tinggi kita sudah berani membuka. Hati-hati jangan membuat kebijakan tanpa sebuah data science yang jelas," ucap Jokowi.

Bila prakondisi dan timing sudah dilewati, maka hal yang mesti dilakukan adalah membuka sektor mana yang menjadi prioritas. Tidak bisa semua sektor langsung dibuka.

"Apakah sektor industrinya sudah memungkinkan, silakan. Apakah sektor pariwsatanya sudah memungkinkan, silakan, tapi mungkin masih dibatasi. Kalau kapasitas 1.000 ya 500 dulu. Tidak usah tergesa-gesa, karena yang kita hadapi dua, kesehatan dan ekonomi, semuanya harus berjalan baik," jelasnya.

"Kalau prioritas sudah ditentukan, kita jangan lupa tiap hari tiap Minggu, tiap dua Minggu terus dievaluasi dan dimonitor. Kalau memang keadaanya naik, ya tutup lagi. Harus berani seperti itu. Harus berani memutuskan seperti itu. Tidak bisa lagi kita sekali lagi memutus sebuah kebijakan tanpa dilihat data science dan masukan dari para pakar," pungkasnya.

  1.  

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini