Begini Sebaiknya Protokol Kesehatan di Bus Menurut Epidemiolog

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 10:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 337 2238651 begini-sebaiknya-protokol-kesehatan-di-bus-menurut-epidemiolog-Z0zEkQx6Qs.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

MALANG – Pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di sektor penerbangan dilakukan dengan cara mewajibkan calon penumpang melengkapi diri dengan membawa surat bebas penyakit tersebut.

Surat bebas Covid-19 bisa diperoleh calon penumpang dengan cara terlebih dulu ikut rapid test atau swab tests. Lalu apakah calon penumpang bus lebih baik diwajibkan melengkapi diri dengan surat bebas serupa?

Pakar Epidemiologi Universitas Brawijaya (UB) dr. Siswanto mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di transportasi publik harus dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.k

"Masalahnya itu pelaksanaannya (melampirkan surat keterangan bebas Covid-19) sulit enggak, kalau masuk harus cuci tangan, yang punya bus isinya harus setengahnya, paling tidak itu harus dijalankan dengan benar," ujarnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.

"Kalau pakai rapid test (untuk penumpang bus), saya tidak ngerti kelayakannya bisa dijalankan atau nggak, yang naik bis itu kan orang semua rakyat biasa, imunnya bisa rendah. Keputusan itu bagus saya bilang idenya, tapi kelayakannya apa dilakukan," imbuhnya.

Baca Juga: Penumpang Positif Covid-19, Garuda Indonesia Klaim Ikuti Prosedur yang Berlaku 

Siswanto menambahkan seharusnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 di transportasi publik bisa dilakukan dengan membatasi jumlah penumpang, mewajibkan memakai masker, memberlakukan jaga jarak, hingga membiasakan mencuci tangan sudah cukup.

"Kalau masuk dibatasi, lebih mudah ngontrolnya kalau 50 persen itu saja, yang melanggar di-stop izinnya sudah selesai toh. Kalau masyarakat yang rapid test, tidak bisa saya membayangkan. Meski secara teori itu bagus, cuma pengaplikasiannya itu saya tidak bisa membayangkan," ujar Siswanto.

Dirinya meminta protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap dijalankan di setiap aktivitas masyarakat, termasuk saat berada di transportasi publik.

"Intinya melaksanakan pengawasan protokol kesehatan itu harus dijalankan. Kalau itu dijalankan, selesai sudah, tidak penting mau jadi transisi, atau new normal kayak gimana, nggak penting, itu urusan nanti. Pokok itu dijalankan dengan baik, ya berjalan," pungkasnya.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini