Ketika Tangan Presiden Jokowi Ikut Bergetar saat Marah ke Menterinya

Tim Okezone, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 10:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 337 2238634 ketika-tangan-presiden-jokowi-bergetar-saat-marah-ke-menterinya-47jeo2oTvb.jpeg Presiden Jokowi saat memarahi menterinya (foto: sreenshot youtube)

JAKARTA – Kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperlihatkan dengan sikap tegasnya ke para pembantunya saat sidang kabinet paripurna pada Kamis, 18 Juni 2020 lalu.

Kepala Negara bahkan menyinggung kocok ulang kabinet (reshuffle) hingga membubarkan lembaga negara demi mengambil kebijakan luar biasa (extra ordinary) di tengah pandemi corona.

Dalam rekaman video yang tersebar luas di sosial media dan Youtube, ada satu peristiwa yang tidak biasa, dimana Jokowi marah atas buruknya kinerja para menteri terkait dalam menangani krisis yang disebabkan oleh Covid-19 di Indonesia.

Bahkan kemarahan Jokowi yang terekam selama sekitar 3 menit, tampak diperlihatkan dari tangan sang presiden yang ikut bergetar. Terlihat juga berkali-kali tangannya mengepal dan memegang mimbar pidato serta matanya sesekali menatap tajam para peserta rapat yang tidak lain adalah para menteri Kabinet Indonesia Maju.

Sayangnya, video ketegasan Jokowi tersebut baru diunggah oleh pihak Istana pada Minggu 28 Juni 2020 atau 10 hari setelah sidang kabinet itu berlangsung.

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020, Jokowi menegaskan akan mengambil kebijakan luar biasa guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah pandemi Covid-19. Bahkan ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

"Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu," tuturnya.

Jokowi pun menyinggung reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara jika itu diperlukan untuk kepentingan rakyat.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah," tegasnya.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini