Peristiwa 30 Juni : Jatuhnya Pesawat Hercules di Medan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 06:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 337 2238561 peristiwa-30-juni-jatuhnya-pesawat-hercules-di-medan-j0J19PQIFS.jpg Pesawat Hercules jatuh di Medan pada 2015 (Foto : AFP)

JAKARTA - Rentetan peristiwa besar pernah terjadi pada 30 Juni dari tahun ke tahun. Dari sejumlah peristiwa tersebut, ada yang tercatat menjadi perjalanan penting dan mendunia. Berdasarkan catata, sejumlah peristiwa itu di antaranya yakni malam pisau panjang dan jatuhnya pesawat Hercules TNI-AU di Medan.

Berikut ulasan singkat Okezone terkait peristiwa yang pernah terjadi pada 30 Juni dari tahun ke tahun :

1. Peristiwa Tunguska

Sebuah ledakan besar terjadi di daerah Krai Krasnoyarsk, Rusia, pada 30 Juni 1908, sekira pukul 07.14 waktu setempat. Ledakan besar itu kemudian disebut peristiwa Tunguska atau ledakan Tunguska. Ledakan ini meluluhantakkan daerah tersebut.

Belum diketahui dengan pasti penyebab ledakan tersebut. Banyak pihak yang memperdebatkan penyebab peristiwa itu. Beberapa pihak menduga ledakan ini akibat ledakan udara meteoroid atau komet besar pada ketinggian 5 hingga 10 kilometer di atas permukaan bumi.

Adolf Hitler (Foto : Dailystar)

2. Malam Pisau Panjang

Malam Pisau Panjang merupakan sebutan atas peristiwa pembantaian atau pembersihan besar-besaran yang terjadi di Jerman Nazi sekira pada 30 Juni sampai 2 Juli 1934. Peristiwa ini disebut juga Operasi Kolibri.

Di mana, ketika itu rezim Partai Nazi (NSDAP) pimpinan Adolf Hitler menghukum mati sekira 90 orang dengan alasan politik. Kebanyakan yang dibunuh adalah anggota 'Pasukan Badai' alias Sturmabteilung (SA).

Saat itu, Adolf Hitler bermusuhan terhadap SA dan pimpinannya Ernst Julius Rohm. Permusuhan itu dipicu karena Hitler melihat kebebasan SA dan kesukaan anggotanya akan kekerasan jalanan yang dapat mengancam kekuasaannya.

Hitler juga menginginkan pencegahan gerakan apapun oleh para petinggi Reichswehr, militer Jerman, yang takut dan benci akan SA, membatasi kekuasaannya, khususnya sejak Ernst Rohm menunjukkan gelagat ambisinya untuk menggabungkan Reichswehr ke dalam SA dengan dirinya sebagai kepala.

Akhirnya, Hitler menggunakan pembersihan itu untuk melawan kritik konservatif dalam rezimnya, khususnya yang setia pada Wakil Kanselir Franz von Papen, dan membereskan urusan dengan musuh-musuh lama.

Baca Juga : Wawan Adik Ratu Atut Dituntut 6 Tahun Penjara terkait Korupsi Alkes

3. Kongo-Kinshasa Merdeka

Kongo-Kinshasa atau yang kini karib disebut Republik Demokratik Kongo merupakan sebuah negara di Afrika bagian Tengah. Republik Demokratik Kongo dilaporkan merdeka dari Belgia pada 30 Juni 1960. Kongo merupakan salah satu negara penghasil mineral terbesar.

4. Tiga Kosmonaut Tewas saat Kembali ke Bumi dari Luar Angkasa

Tiga Kosmonaut wahana antariksa Soyuz 11 tewas saat kembali dari luar angkasa ke bumi. Ketiga kosmonaut itu yakni, Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev, dan Vladislav Volkov. Ketiganya meninggal setelah berhasil mencapai stasiun luar angkasa Salyut 1.

Soyuz 11 awalnya diluncurkan pada 6 Juni 1971 dari Kosmodrom Baikonur dan mendarat ke Salyut 1 pada hari berikutnya, 7 Juni 1971. Soyuz 11 yang membawa tiga Kosmonaut itu berada di stasiun luar angkasa tersebut selama 22 hari.

Pada saat kembali tanggal 30 Juni 1971, tim penyembuh membuka kapsul dan menemukan bahwa semua kru sudah meninggal. Ketiganga dilaporkan meninggal karena lemas. Kesalahan pun dilacak ke katup ventilasi pernapasan, yang terletak antara modul orbit dan modul menurun, yang telah terguncang-guncang karena modul menurunnya terpisah dari modul dinas.

Para kosmonaut itu diberikan upacara pemakaman negara dan dimakamkan di Nekropolis Dinding Kremlin, Lapangan Merah, Moskwa, dekat jasad Yuri Alekseyevich Gagarin. Setelah itu wahana antariksa Soyuz dirancang kembali untuk hanya membawa dua kosmonaut.

Baca Juga : Ini Alasan Risma Sujud dan Menangis di Hadapan Dokter

5. Pesawat Hercules TNI-AU Jatuh di Medan

Sebuah pesawat Lockheed C-130 Hercules milik TNI AU jatuh pada Selasa, 30 Juni 2015. Pesawat tersebut jatuh dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo di Padang Bulan, kota Medan, Sumatra Utara.

Pesawat tersebut awalnya direncanakan terbang ke Lanud Tanjung Pinang, setelah menyelesaikan penerbangan dari Lanud Dumai, Lanud Pekanbaru, Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandar Udara Abdul Rachman Saleh di Malang.

Pesawat juga rencananya berangkat menuju Lanud Ranai, Lanud Pontianak, dan Lanud Yogyakarta. Sebelum jatuh, dilaporkan bahwa pilot pesawat sempat meminta izin untuk kembali ke pangkalan.

Pesawat tersebut membawa 12 kru dan 101 penumpang yang merupakan prajurit TNI dan keluarganya. Seluruhnya dinyatakan meninggal. Total korban kecelakaan pesawat itu dilaporkan sebanyak 143 jiwa, termasuk 22 orang yang berada di darat.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini