Moeldoko: Presiden Sudah Sekian Kali Peringati Menterinya, Kali Ini Lebih Keras

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 29 Juni 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 337 2238364 moeldoko-presiden-sudah-sekian-kali-peringati-menterinya-kali-ini-lebih-keras-8csTfpSXz8.jpg KSP Moeldoko (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengungkapkan Presiden Joko Widodo sudah beberapa kali mengingatkan menterinya agar bekerja secara luar biasa di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi, kata Moeldoko, tidak ingin melihat para pembantunya bekerja layaknya kondisi normal. Padahal situasi saat ini sedang tidak biasa.

"Presiden pandang perlu adanya semangat bersama atasi covid. Presiden khawatir para pembantu ada yang merasa saat ini situasi normal. Untuk itu diingatkan, ini peringatan kesekian kali," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

 Baca juga: Presiden Jokowi: Prosedur Pencairan Insentif Nakes Jangan Bertele-tele

Menurut Moeldoko, geramnya Jokowi dalam sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 adalah peringatan agar para menteri bekerja secara luar biasa.

"Peringatan ya adalah ini situasi krisis yang perlu ditangani secara luar biasa," imbuhnya.

 Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Penyebab Masyarakat Menolak Testing Covid-19 

Lebih lanjut, Moeldoko menambahkan bahwa Jokowi melihat di lapangan hal yang tidak sesuai dengan harapannya. Karena itu, Kepala Negara memberikan penekanan lebih keras kepada para menterinya.

"Presiden beberapa kali katakan ini, dan masih ada bebebrapa di lapangan yang tidak sesuai dengan harapan beliau, maka penekanan saat ini lebih keras agar persoalan covid pendekatan kesehatan sebagai prioritas, dan pendekatan sosial ekonomi keuangan betul-betul bisa terakselerasi dengan baik dan cepat. Kenyataannya ada sektor yang masih lemah," tutur dia.

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020, Jokowi menegaskan akan mengambil kebijakan luar biasa guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah pandemi Covid-19. Bahkan ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

"Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu," tuturnya.

Jokowi pun menyinggung reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara jika itu diperlukan untuk kepentingan rakyat.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah," tegasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini