Bareskrim Tindaklanjuti Laporan Ketua BPK terhadap Benny Tjokro

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 29 Juni 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 337 2238174 bareskrim-tindaklanjuti-laporan-ketua-bpk-terhadap-benny-tjokro-pgJ1HZknPj.jpg Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan akan menindaklanjuti laporan dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna soal laporannya terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

Agung sendiri resmi melaporkan Benny Tjokro terkait dengan kasus dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu teregister LP/B/0347/VI/2020/Bareskrim.

"Sesuai SOP yang ada setelah beliau melaporkan tentunya kami akan menindaklanjuti dengan proses laporan tersebut kami akan siapkan penyidik untuk laksanakan penyelidikan," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2020).

Menurut Listyo, dalam proses penyelidikan itu nantinya jajaran Bareskrim akan menggelar perkara untuk menentukan apakah laporan tersebut akan naik ke tahap penyidikan atau tidak.

"Nanti dari hasil lidik itu tentunya kita akan gelarkan untuk bisa naik sidik atau tidak tentu semua berproses," ujar Listyo.

Baca Juga: Ketua BPK Laporkan Benny Tjokro ke Bareskrim Terkait Pencemaran Nama Baik 

Terkait dengan status Benny Tjokro seorang terdakwa, Listyo menyatakan, proses penyelidikan akan terus berjalan. "Saya kira berjalan dahulu nanti dari hasil lidik baru. Sambil berjalan," imbuh Listyo.

Ketua BPK Agung Firman sebelumnya menjelaskan, dugaan pencemaran nama baik itu bermula ketika Benny dalam persidangannya perkara Jiwasraya menuding bahwa, audit BPK melindungi Bakrie Grup dari pusaran kasus Jiwasraya.

Agung mengatakan, tudingan yang dilontarkan oleh Benny tersebut harus dipertanggungjawabkan lantaran berimplikasi kepada hukum. Menurut Agung, pencemaran nama baik yang dilontarkan ialah saat Benny menyebut bahwa Ketua BPK dan Wakil Ketua BPK melindungi grup tertentu dalam Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dalam kasus Jiwasraya.

Bahwa dalam prosedur Perhitungan Kerugian Negara (PKN), dijelaskan Agung aparat penegak hukum mengajukan proses perhitungan PKN kepada BPK setelah terdapat penetapan tersangka. Setelah itu, terdapat proses gelar perkara atau ekspose yang menyajikan konstruksi mens rea atau niat jahat dari tersangka.

"Maka, menjadi tidak berdasar kalau kami dituduh melindungi Bakrie," ujar Agung.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini