Arahan di Tengah Pandemi Covid-19, Jokowi Sebut Reshuffle hingga Bubarkan Lembaga Negara

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 28 Juni 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 337 2237791 arahan-tegas-di-tengah-pandemi-covid-19-jokowi-sebut-reshuffle-hingga-bubarkan-lembaga-negara-0W72UrERK2.jpg Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Setpres

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan arahan secara tengas di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Kepala Negara menyampaikan arahannya itu dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Jokowi menegaskan, dirinya akan mengambil langkah extra ordinary guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah Pandemi Covid-19. Bahkan ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.

"Saya harus ngomong apa adanya nggak ada progres yang signifikan. Itu nggak ada," ucap Jokowi dalam Sidang Kabinet sebagaimana dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden yang videonya diunggah pada Minggu (28/6/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Klaim Pemerintah Miliki Data Covid-19 Komplit

"Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu," tuturnya.

Jokowi kembali mengingatkan bahwa pemerintah harus berani mengambil kebijakan luar biasa baik secara politik, hingga langkah lainnya untuk menyematkan negara dari krisis akibat Covid-19.

"Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemrintahan akan saya buka. Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Masyarakat Ancaman Covid-19 Belum Berakhir

Ia pun menyinggung reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara dalam mencegah krisis di Tanah Air.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah," tegasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini