Kronologi Lengkap Gugurnya Serma Rama Wahyudi Ditembak Pemberontak di Kongo

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 26 Juni 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 337 2236889 kronologi-lengkap-gugurnya-serma-rama-wahyudi-ditembak-pemberontak-di-kongo-nWtFK4yeO7.jpg Foto: TNI AD

JAKARTA - Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, Serma Rama Wahyudi tewas saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika. Serma Rama tewas setelah ditembak oleh pemberontak Uganda.

Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen Victor Hasudungan Simatupang membeberkan kronologi gugurnya Serma Rama Wahyudi. Peristiwa gugurnya Serma Wahyudi terjadi pada Senin, 22 Juni 2020, sekira pukul 17.30 waktu setempat.

(Baca juga: Menjelma bak Hantu, 30 Prajurit Kopassus Taklukkan Ribuan Pemberontak Kongo)

"Awalnya, tanggal 22 Juni pukul 08.10 waktu setempat, Sersan Mayor Rama Wahyudi sebagai Dantim melaksanakan tugas pergeseran pasukan dan dukungan logistik wilayah Halulu," beber Mayjen Victor saat menggelar konpers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2020).

Rama sebagai Dantim, mengarungi perjalanan untuk sampai ke tempat tujuan yakni, Halulu, sekira tiga jam. Rama dan pasukan berhasil samapi tujuan dalam keadaan aman. Ada 12 anggota TNI dan dua pasukan Malawi yang ikut dalam perjalanan tersebut

"Anggota TNI yang mendukung tugas tersebut berjumlah 12 orang. Kemudian dari Malawi ada dua orang," terangnya.

Para prajurit tiba di tempat tujuan yakni Halulu sekira pukul 13.00 waktu setempat. Kemudian mereka melaksanakan tugasnya melakukan perbaikan pembangunan jembatan Halulu. Setelah rampung melakukan perbaikan, pasukan kembali pulang ke tempat asal di daerah Mavivi.

"Sekitar pukul 16.00 kurang, mereka kembali ke Mavivi. On the way ke Mavivi lebih kurang pukul 15.45," ujarnya.

Saat dalam perjalanan pulang ke Mavivi, rombongan tiba-tiba diserang oleh milisi Uganda yang masuk ke wilayah Kongo. Secara tiba-tiba, milisi tersebut melakukan penembakan. Serma Rama Wahyudi tertembak di bagian perut dan dada.

"Mereka ditembus oleh milisi dari Uganda yang masuk ke wilayah Kongo. Anggota kita diserang mengakibatkan Sersan Mayor Wahyudi mengalami luka tembak di dada dan perut," bebernya.

Kemudian, para anggota yang berada di dalam truk pengangkit logistik melarikan diri. Mereka bersembunyi di bawah roda truk. Ada juga yang berlindung di belakang kendaraan lapis baja AOC yang mengawal truk pengangkut logistik.

"Tentara Malawi bisa menggunakan bahasa lokal dan membuka APC. Kalau mereka menggunakan bahasa Inggris kemungkinan tidak dibuka. Jadi APC berhasil dibuka, masuk ke dalamnya. Setelah itu dihitung jumlahnya, tahu-tahu masih ada ketinggalan Sersan Mayor Rama Wahyudi," bebernya.

Lantas, kata Victor, para prajurit berteriak dan meminta tolong agar komandan timnya, Sersan Rama Wahyudi dijemput. Saat itu, Sersan Rama diketahui sudah dalam keadaan terluka karena terkena tembak di bagian dada dan perut.

"Anggota kita di dalam berteriak untuk minta Dantimnya dijemput. Karena Wahyudi ketika terkena serangan itu tidak bisa melarikan diri karena sudah kena luka tembak. Kemudian anggota kita minta tolong sama team leadernya Malawi supaya dijemput kembali," ungkapnya.

"Dalam waktu 10 menit Sersan Mayor Rama Wahyudi sudah tidak sadarkan diri kemudian milisi merampok seluruh perlengkapan perorangan mulai dari senjatanya kemudian vest jaket, helm, pengamanannya diambil semuanya oleh milisi nah itu sekitar kejadian kronologi kejadian dari rekan kita yang gugur," imbuhnya.

Tak hanya Sersan Rama Wahyudi, terdapat satu prajurit lainnya yang terluka yakni, Pratu Syafii Makbul. Pratu Syafii Makbul mengalami luka-luka helmnya terkena serpihan tembakan. "Dari laporan terakhir di jidatnya terkena serpihan kaca yang tembus dari kaca depan," sambungnya.

Serma Rama Wahyudi gugur usai diserang oleh kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin, 22 Juni 2020, sekira pukul 17.30, waktu setempat. Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco merupakan satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi dan telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB, salah satunya adalah program pembangunan dan rehabilitasi jalan Kasinga-Kadidiwe, Kongo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini