KPK Selisik Aliran Uang Suap ke Istri Nurhadi Lewat Kakak Kandungnya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 26 Juni 2020 09:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 26 337 2236661 kpk-selisik-aliran-uang-suap-ke-istri-nurhadi-lewat-kakak-kandungnya-Egon2IPR5Z.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik aliran uang dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara yang masuk ke kantong pribadi Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Penyidik menelisik aliran uang itu lewat kakak kandung Tin Zuraida, RR Irene Wijayanti.

Irene Wijayanti ditelisik keterangannya ihwal aliran uang dugaan suap dan gratifikasi itu pada Kamis, (25/6/2020) kemarin, saat diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk penyidikan Nurhadi (NHD) dan Rezky Herbiyono (RH).

BACA JUGA: KPK Telisik Pertemuan Istri Nurhadi dengan Pegawai MA Lewat Saksi

"RR Irene Wijayanti (PNS) atau Kakak kandung Tin Zuraida diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NHD dan tersangka RHE. Penyidik mengonfirmasi mengenai dugaan aliran uang ke Tin Zuraida," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (26/6/2020).

Belakangan, KPK diketahui sedang menyelidiki dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta aliran uang Nurhadi. Nurhadi disinyalir mengalihkan hasil tindak pidana korupsinya ke sejumlah aset yang kini sedang diselidiki lembaga antirasuah.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

BACA JUGA: KPK Telisik Pernikahan Istri Nurhadi dengan Pria Lain

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini