Polri Gagalkan Penyelundupan 159 Kg Sabu Jaringan Internasional di Tengah Laut

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 337 2236184 polri-gagalkan-penyelundupan-159-kg-sabu-jaringan-internasional-di-tengah-laut-EML6i0xUxp.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 159 kg narkotika jenis sabu, 3.000 butir ekstasi, dan 5.300 butir happy five jaringan Internasional.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit mengungkapkan, penangkapan tersebut merupakan rangkaian dari Operasi Halilintar 2020 Polri yang berkerjasama dengan Bea dan Cukai.

"Kita dapatkan pelaku yang saat itu sedang transaksi dengan inisial ES menerima penyerahan barang narkotika di bengkel di Kota Bekasi dengan total 35 kg," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Dari tangkapan itu, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap tersangka berinisial SD yang berperan sebagai kurir. SD ditangkap di Pekanbaru Riau dengan barang bukti 5 kg sabu, 3.000 butir ekstasi dan 300 butir H-5.

 Narkoba

Setelah diselidiki lebih lanjut kata Listyo, narkotika itu berasal dari negara China dengan proses transaksi di tengah laut di perairan Indonesia tepatnya di Aceh. Jaringan ini ternyata memiliki anggota yang masih ditahan disalah satu lapas termasuk anggota yang berada di luar negeri.

"Kita melakukan pendalaman dan kita dapat informasi mereka berhubungan dengan Mr X yang berdomisili di Malaysia. Kita dapati Mr X ini berhubungan dengan saudara A yang ada di lapas. Dari situ kami ikuti dan didapat informasi ada pengiriman secara ship to ship," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian, pihaknya bersama Polri melakukan patroli laut untuk mencari kapal target dari sindikat ini.

 

Saat melakukan patroli laut diperairan Peureulak, Aceh Timur polisi dan Bea Cukai mendapati kapal berbendera Indonesia yang mengangkut Narkotika.

"Jadi dari analisa kasus-kasus terdahulu kita melakukan pendalaman dan disitu disimpulkan titik resiko menguat di perairan Aceh. Kita kirim kapal patroli untuk melakukan patroli dan berhasil menyergap satu kapal kayu," kata Heru.

Dalam kasus ini, total barang bukti narkotika yang berhasil diamankan Polri sebanyak 159 kg sabu, 3.000 butir ekstasi dan 5.300 H-5. Ada enam tersangka yang berhasil ditangkap dalam sindikat ini antara lain ES, SD, US, SY dan IR yang semuanya merupakan WNI.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 junto Pasal 13 Ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 subsider Pasal 112 dan 115. Para tersangka terancam hukuman mati.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini