Share

Kasus Penusukan Serda Saputra, Barang Bukti Pisau Masih Dicari

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 337 2236172 kasus-penusukan-serda-saputra-barang-bukti-pisau-masih-dicari-TKOBhhb4dK.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Direktur Pembinaan Pendidikan (Dirbindik) Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad), Kolonel CPM Kemas A Yani mengatakan, pisau yang digunakan untuk menusuk Serda Saputra, masih dilakukan pencarian.

"Sementara kedua alat itu, yaitu alat pisau atau semuanya akan ditindaklanjuti untuk dicari keberadaannya, ini dalam proses," kata Kemas saat jumpa pers di Mabesad, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020).

 Baca juga: Puspomal Dalami Motif Penusukan Serda Saputra hingga Tewas 

Pencarian barang bukti yang ada di lokasi kejadian akan ditindaklanjuti oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal). Sedangkan terkait barang bukti pistol yang digunakan pelaku masih terus dikembangkan lebih lanjut.

"Ini masih kita tindaklanjuti tentang masalah barang bukti dan kejadian akan dikembangkan dari keterangan saksi berkaitan dengan masalah senjata berupa pistol dan barang buktinya. Sekarang sudah ada proyektil, nanti akan dikembangkan jenisnya apa bagaimana dan di mana, ini kita sedang menelusuri bersama dengan Pomal," jelas Kemas.

 Baca juga: Serda Saputra Tewas Ditusuk saat Jaga Karantina Covid-19

Berdasarkan keterangan saksi, memang benar ada peristiwa penembakan di lokasi kejadian. Proyektil peluru juga telah ditemukan. Namun, Kemas memastikan bahwa Serda Saputra meninggal akibat luka tusuk.

"Jadi barang-barang yang ditemukan di TKP dan keterangan saksi, memang ada peristiwa penembakan, sementara dari hasil luka yang didapat oleh korban adalah luka tusuk," ungkap Kemas.

Sebagaimana diketahui, Serda Saputra tewas ditusuk oleh pelaku saat sedang bertugas mengamankan lokasi karantina pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air di salah satu hotel di Jakarta Barat. Nyawanya tak terselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit.

Pelaku penusukan diduga oknum perwira pertama TNI AL Letda Mar RW dan kemungkinan melibatkan pelaku lainnya yang merupakan warga sipil. Untuk terduga pelaku anggota TNI AL sudah ditahan di Puspomal, sedangkan terduga sipil diproses hukum oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini