Cegah Kanker Payudara, Hetty Andika Perkasa Bagi Tips Deteksi Dini

Tim Okezone, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 337 2235888 cegah-kanker-payudara-hetty-andika-perkasa-bagi-tips-deteksi-dini-f1H5f94fd5.jfif Ketua Umum Persit Kartika Chandra Utama Hetty Andika Perkasa. (Ist)

JAKARTA – Sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini, Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat menggelar webinar bertajuk “Menjaga Kesehatan Payudara” dengan narasumber Kolonel Ckm dr Agus Sutarman, Sp (B) Onk.

Webinar dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa, bertempat di Ruang Puskodal Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).

Kegiatan penyuluhan secara virtual ini diikuti para Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan, Daerah, dan Cabang BS seluruh Indonesia serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana.

Dalam amanatnya, Hetty menyampaikan, kesehatan tubuh kita adalah aset yang tidak ternilai harganya, termasuk di antaranya kesehatan payudara.

Hetty menjelaskan, salah satu cara merawatnya disebut dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebagai upaya deteksi dini bagi diri sendiri maupun anggota keluarga.

“Mencegah dan waspada sejak dini adalah upaya yang terbaik, apalagi terhadap penyakit kanker payudara yang sampai saat ini menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi kaum wanita di seluruh dunia”, ujarnya.

Memang, ia memaparkan, gangguan pada payudara bisa terjadi karena faktor genetik. Namun, pilihan gaya hidup juga berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan kita, termasuk payudara kita.

Hetty pun mengajak kepada seluruh anggota Persit agar membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini.

Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa (Ist)

“Saya tidak bosan-bosannya mengajak kita semua, para anggota Persit, serta kaum wanita di sekitar kita, agar membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga dan membiasakan berpikir positif menghadapi berbagai kesulitan,” tuturnya.

Sementara itu Kolonel Ckm dr Agus Sutarman dalam penyuluhannya menjelaskan pentingnya metode SADARI sebagai cara paling mudah untuk mencegah/ mendeteksi secara diri kesehatan payudara.

"Metode SADARI paling tepat dilakukan 7-10 hari setelah haid terakhir," katanya.

"Karena pada saat itu hormon-hormon dalam tubuh wanita sudah normal kembali sehingga mudah mendeteksi apabila ada kelainan," ujarnya.

Namun demikian, dr Agus memaparkan, ada faktor-faktor risiko yang membuat wanita lebih rentan terhadap kanker payudara.

"Faktor risiko muncul dari faktor hormonal seperti KB suntik, ibu-ibu menopose dan faktor keturunan, sedangkan faktor non hormonal muncul dari pengaruh radiasi," katanya.

Ia pun mengatakan bahwa faktor hormonal ini adalah paling sering terjadi. Ini akibat dari pola makan yang tidak sehat dan kurangnya berolahraga dan stres.

Selama kegiatan para partisipasan sangat antusias, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini