KPK Setor Uang Korupsi Mantan Wali Kota Pasuruan Rp977 Juta ke Kas Negara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 337 2235808 kpk-setor-uang-korupsi-mantan-wali-kota-pasuruan-rp977-juta-ke-kas-negara-ReftqsY9hH.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Jaksa eksekutor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan denda dan uang pengganti terpidana mantan Wali Kota Pasuruan, Setiyono, ke kas negara. Denda dan uang pengganti yang disetorkan ke kas negara itu berjumlah Rp977 Juta.

Uang sebesar Rp977 Juta itu terdiri dari denda sejumlah Rp250 Juta dan uang pengganti sebesar Rp272 Juta. Setiyono sendiri merupakan terpidana penerima suap terkait proyek Pusat Layanan Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUKM)

"Penyetoran dengan total Rp977.000.000 tersebut ke kas negara sebagai bagian dari penyelamatan keuangan negara," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (24/6/2020).

Penyetoran denda dan uang pengganti Setiyono itu dilakukan setelah putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 3781 K/Pid.Sus/2019 tanggal 4 Desember 2019, dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap alias inkrakh. Adapun, dijelaskan Ali, sumber uang pengganti dan denda itu berasal dari pemblokiran rekening milik Setiyono.

"Sumber uang denda dan pengganti tersebut ditransfer dari hasil pembukaan blokir rekening di Bank Jatim milik Setiyono dan kemudian disetorkan ke rekening bendahara penerimaan KPK di Biro Keuangan KPK," jelasnya.

"Pembayaran uang denda dan UP tersebut setelah adanya persetujuan pembukaan blokir dari JPU KPK," sambungnya.

Sekasar informasi, Setiyono dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi karena menerima suap terkait proyek Pusat Layanan Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUKM) dengan pidana selama 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Baca Juga : Rekonstruksi Penyerangan Green Lake City, Keluarga Nus Kei Disembunyikan di Tempat Rahasia

Baca Juga : Rhoma Irama Dikabarkan Konser di Acara Sunatan, Pak Camat: Mohon Pengertiannya

Setiyono juga diganjar pidana denda sebesar Rp250.000.000 dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Tak hanya itu, Setiyono juga dikenakan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp727.000.000, dengan ketentuan apabila terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti kerugian keuangan negara.

Namun, apabila harta benda terpidana tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini