Polisi Tetapkan 69 Tersangka Terkait Kasus Kebakaran Hutan

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 337 2235746 polisi-tetapkan-69-tersangka-terkait-kasus-kebakaran-hutan-WPhv3CEjKU.jpg Kapopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (Foto : Okezone.com/Puteranegara)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono menjelaskan, polisi sudah menetapkan 69 tersangka terkait kasus kebakaran hutan atau Karhutla periode 1 januari – 21 juni 2020.

Awi mengatakan, pihaknya menerima 64 laporan polisi dengan rincian 63 kasus pelaku perorangan dan satu kasus pelaku korporasi.

"Luas area yang terbakar 261,4875 hektare. Adapun tersangka sebanyak 69 orang perorangan, korporasi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Awi melalui telekonferensi, Rabu (24/6/2020).

Jumlah kasus tersebut, sambungnya, ada di Polda Riau yang menerima laporan sebanyak 51 kasus dengan perincian pelaku perorangan 50 orang dan korporasi 1 buah. Kemudian luas area yang terbakar seluas 242,1675 hektar. Dalam kasus itu, 58 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan korporasi belum yang ditetapkan tersangka.

Untuk Polda Jambi jumlah laporan polisi sebanyak 2 buah dengan perincian semua pelaku perorangan. Kemudian luas area yang terbakar 0,32 hektar dengan 2 orang ditetapkan tersangka perorangan.

Baca Juga : Update Corona Jatim: 10.298 Positif, 2.995 Sembuh dan 750 Meninggal Dunia

Baca Juga : 11 Adegan Rekonstruksi Kasus John Kei: Penyerangan Rumah Nus Kei hingga Penembakan Ojol

"Sementara Polda kalteng dengan jumlah laporan sebanyak 8 buah dengan perincian semua pelaku perorangan. Luas area terbakar seluas 11,5 hektar. Dalam kasus ini tujuh orang tersangka," ujarnya.

Para tersangka telah dijerat pasal berlapis antara lain Pasal 185 dan Pasal 188 KUHP. Pasal 98, 99, 108 UU Nomor 32 Tahun 2009 tetntang lingkugan hidup. Pasal 108 UU nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan.

"Selama ini, Polri berperan aktif dalam penanggulangan karhutla. Bekerja sama dengan TNI, BNPB dan Pemda dan stake holder lainnya," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini